Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto:AP)

Dunia

Usai Gerebek Pabrik Hyundai, Trump Desak Perusahaan Asing Rekrut Pekerja AS

SENIN, 08 SEPTEMBER 2025 | 10:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa perusahaan asing yang berinvestasi di negaranya harus mematuhi hukum imigrasi serta berkomitmen melatih pekerja lokal. 

Pernyataan ini disampaikan Trump pada Minggu waktu setempat, 7 Sepember 2025, setelah penggerebekan besar-besaran di pabrik baterai mobil Hyundai di Ellabell, Georgia, pekan lalu.

Penggerebekan yang dilakukan oleh agen federal pada Kamis 4 Sepember 2025 itu mengakibatkan sekitar 475 pekerja ditahan, termasuk hampir 300 warga Korea Selatan. 


"Menyusul Operasi Penegakan Imigrasi di Pabrik Baterai Hyundai di Georgia, saya menyerukan kepada semua perusahaan asing yang berinvestasi di Amerika Serikat untuk menghormati hukum imigrasi negara kami,” tulis Trump melalui akun Truth Social, seperti dimuat Reuters.

Ia menambahkan, meski investasi asing sangat diterima, perusahaan harus memastikan perekrutan pekerja lokal berjalan dengan baik. 

"Investasi Anda sangat kami sambut. Kami akan memudahkan masuknya tenaga ahli dengan legal dan cepat, tetapi yang kami minta adalah agar Anda merekrut dan melatih pekerja Amerika," tegasnya.

Trump juga mengisyaratkan kemungkinan memberikan izin terbatas bagi sejumlah tenaga ahli asing untuk membantu melatih pekerja Amerika dalam bidang teknologi manufaktur. 

"Kami terbuka untuk mendatangkan pakar asing untuk sementara waktu, tetapi tujuan akhirnya adalah tenaga kerja Amerika yang terampil dan siap bersaing,” kata dia.

Meski insiden ini berpotensi menimbulkan ketegangan, Trump menegaskan hubungannya dengan Seoul tetap baik. 

“Kejadian ini tidak merusak hubungan saya dengan Korea Selatan. Kami akan tetap bekerja sama,” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah Korea Selatan menyampaikan penyesalan atas operasi yang dilakukan dengan pengerahan kendaraan lapis baja dan penahanan massal. 

“Kami menyesalkan cara penegakan hukum yang terlihat berlebihan dan berkomitmen untuk memastikan keselamatan serta perlindungan hukum bagi warga negara kami,” ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam pernyataan resmi.[[

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya