Berita

Ilustrasi (Foto: Artifiial Intelligence)

Bisnis

Pasar Fokus Data Inflasi AS, Harga Emas Dunia Naik Tipis

SENIN, 08 SEPTEMBER 2025 | 09:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas bertahan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, pada perdagangan Senin 8 September 2025. 

Pergerakan ini didukung ekspektasi meningkatnya peluang penurunan suku bunga Federal Reserve bulan ini setelah laporan ketenagakerjaan Amerika yang lebih lemah dari perkiraan.

Laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Agustus melemah tajam, sementara tingkat pengangguran melonjak ke 4,3 persen, tertinggi hampir empat tahun. Data ini memperkuat keyakinan pasar bahwa the Fed akan memangkas suku bunga dalam pertemuan 17 September.


Beberapa pejabat the Fed pekan lalu menegaskan kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja. Gubernur Fed Christopher Waller menyebut bank sentral sebaiknya mulai menurunkan suku bunga pada pertemuan mendatang.

Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar sepenuhnya telah memperhitungkan pemangkasan 25 basis poin, dengan peluang 8 persen terjadinya pemotongan jumbo 50 basis poin.

Suku bunga yang lebih rendah menekan opportunit cost memegang emas, serta melemahkan dolar sehingga membuat logam kuning lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.

Dikutip dari Reuters, emas spot naik 0,13 persen menjadi 3.591,48 per ons, mendekati rekor 3.599,89 Dolar AS yang dicapai Jumat pekan lalu. 

Harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember turun 0,56 persen menjadi 3.633,00 Dolar AS per ons.

Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi Amerika yang akan dirilis Kamis pekan ini. 

Cadangan emas China tercatat 74,02 juta ons pada akhir Agustus, naik dari 73,96 juta pada akhir Juli. Bank sentral negara itu membeli emas selama 10 bulan berturut-turut.

Selain itu, spekulan emas di AS meningkatkan net long position sebesar 20.740 kontrak menjadi 168.862 per 2 September.

Perak spot anjlok 0,3 persen menjadi 40,84 Dolar AS per ons. Platinum terkoreksi 0,1 persen ke posisi 1.371,65 Dolar AS. Paladium melemah 0,2 persen menjadi 1.107,70 Dolar AS.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya