Berita

Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang digelar di Hotel Fave, Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Dok. PPP Mataram)

Politik

PPP Mataram Tak Ingin Mardiono Hanya Sebatas Pelaksana Tugas Ketum

SENIN, 08 SEPTEMBER 2025 | 03:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Mataram mufakat menyatakan dukungan penuh kepada Muhamad Mardiono untuk maju dan kembali menjabat sebagai pimpinan partai berlambang Kabah. 

Hal ini diutarakan saat Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang digelar di Hotel Fave, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Ketua DPC PPP Kota Mataram, Zia Urrahman, menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya dorongan emosional, melainkan bagian dari strategi besar konsolidasi partai menjelang Muktamar 2025.


“Kami siap tempur di Jakarta. Kami ingin beliau tidak hanya menjadi Plt, tapi memimpin penuh,” ujar Zia dalam keterangan tertulis, Minggu 7 September 2025.

Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP PPP Ermalena, tokoh senior PPP Wartiah, Ketua DPW PPP NTB Muzihir, dan Sekretaris DPW PPP NTB Muh. Akri.

Zia menjelaskan, dukungan terhadap Mardiono juga merupakan bentuk ajakan bagi seluruh DPC di Indonesia untuk bersatu. 

Menurutnya, PPP membutuhkan figur yang sudah teruji di tingkat nasional dan mampu mengatasi berbagai dinamika internal.

Ia menilai, meskipun Mardiono selama ini hanya berstatus Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum, kontribusinya dalam menjaga stabilitas partai tidak bisa dianggap remeh.

“Tidak ada kegagalan. Perjalanan masih panjang, dan Pak Mardiono sudah menunjukkan arah yang jelas bagi partai,” pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya