Berita

Ilustrasi Google (Foto: Getty Images)

Global

Israel Bayar Google Rp740 Miliar untuk Tutupi Berita Kelaparan Gaza

MINGGU, 07 SEPTEMBER 2025 | 13:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah investigasi terbaru mengungkap bahwa pemerintah Israel membayar perusahaan teknologi raksasa Google sebesar 45 juta dolar AS atau Rp750 miliar ntuk menjalankan kampanye iklan selama enam bulan. 

Tujuannya adalah menutupi laporan PBB terkait kelaparan yang melanda Gaza akibat blokade penuh Israel sejak awal Maret lalu.

Mengutip laporan Drop Site News, Minggu, 7 September 2025, pembahasan mengenai kampanye ini muncul di Knesset hanya beberapa jam setelah Israel mengumumkan penghentian total pasokan makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya ke Jalur Gaza pada 2 Maret 2025. 


Namun, kekhawatiran anggota parlemen Israel bukan ditujukan kepada warga Palestina yang terdampak, melainkan pada citra Israel di mata dunia.

Data terbaru menunjukkan, sedikitnya 367 warga Gaza, termasuk 131 anak-anak, meninggal akibat kelaparan sejak blokade diberlakukan.

Kampanye propaganda digital itu diusulkan oleh juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee. 

“Kita juga bisa memutuskan untuk meluncurkan kampanye digital dalam konteks ini, untuk menjelaskan bahwa tidak ada kelaparan dan menyajikan datanya,” ujarnya. 

Salah satu iklan paling menonjol muncul di YouTube. Video tersebut memperlihatkan warga Palestina sedang memasak dan makan, lalu diakhiri dengan kalimat: “There is food in Gaza. Any other claim is a lie."

Iklan ini tayang bertepatan dengan meningkatnya kemarahan internasional atas kematian akibat kelaparan, bahkan sebelum PBB secara resmi menyatakan adanya bencana kelaparan di Gaza City dan wilayah sekitarnya.

Selain dengan Google, Israel juga disebut mengeluarkan dana 3 juta dolar AS atau Rp49 miliar untuk kampanye di media sosial X, serta mendatangkan influencer dari AS ke Gaza. 

Langkah ini dilakukan di saat jurnalis internasional dilarang masuk, sementara jurnalis Palestina yang meliput di lapangan kerap menjadi target serangan.

Ironisnya, beberapa pejabat Israel secara terbuka mengakui mendukung penggunaan kelaparan sebagai senjata. 

Menteri Keuangan sayap kanan, Bezalel Smotrich, pernah berkata, “No water, no electricity, they can die of hunger or surrender.” 

Sementara Menteri Warisan, Mmichay Eliyah, menegaskan bahwa warga Palestina “perlu dibuat kelaparan” kecuali mereka bersedia meninggalkan Gaza.

Keterlibatan Google juga memicu kontroversi, terutama setelah salah satu pendirinya, Sergey Brin, menyebut PBB sebagai lembaga yang “transparently antisemitic” usai pelapor khusus PBB Francesca Albanese menuduh Google meraup keuntungan dari genosida Israel dengan menyediakan layanan cloud bagi pemerintah Israel.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya