Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: AP)

Dunia

Trump Butuh Miliaran Dolar untuk Ganti Nama Pentagon Jadi Departemen Perang

MINGGU, 07 SEPTEMBER 2025 | 12:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani perintah eksekutif untuk mengganti nama Department of Defense (Departemen Pertahanan) menjadi Department of War (Departemen Perang). 

Langkah kontroversial ini diperkirakan akan menelan biaya lebih dari 1 miliar dolar AS, meski Trump menegaskan bahwa pengeluaran tersebut tidak akan besar.

“Kami punya militer terkuat di dunia, dan perubahan ini menunjukkan semangat itu. Biayanya? Tidak banyak. Kita tahu cara melakukan rebranding tanpa berlebihan," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, seperti dimuat The Independent, Minggu, 7 September 2025. 


Namun, laporan Politico memperingatkan bahwa biaya riil bisa mencapai miliaran dolar. Hal ini karena ratusan lembaga di bawah Pentagon, pangkalan militer di seluruh dunia, hingga dokumen resmi dan papan nama harus diperbarui.

Trump sebelumnya berulang kali menyinggung rencana ini, menyebut bahwa Amerika meraih kemenangan besar saat masih menggunakan nama Department of War. 

“Semua orang tahu, kita punya sejarah kemenangan luar biasa ketika masih bernama Department of War,” ujarnya.

Menteri Perang Pete Hegseth, yang sebelumnya menjabat Menteri Pertahanan, mendukung penuh perubahan tersebut. 

“Kita memenangkan Perang Dunia I dan II bukan dengan Department of Defense, tapi dengan Department of War. Seperti yang presiden tekankan, kita bukan hanya bertahan, kita juga menyerang," kata Hegseth dalam wawancara di Fox & Friends.

Meski demikian, perubahan nama ini menimbulkan dilema hukum. Secara historis, nama Department of Defense ditetapkan setelah Perang Dunia II, menggantikan War Department.

Ketika ditanya apakah Kongres akan mengesahkan perubahan itu, Trump menjawab: "Saya tidak tahu. Tapi saya tidak yakin mereka harus melakukannya. Namun, kami akan tetap mengajukannya ke Kongres.”

Sejumlah anggota Partai Republik diketahui sudah mengajukan rancangan undang-undang di Senat dan DPR untuk mendukung perubahan nama Pentagon menjadi Department of War.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya