Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelegence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Berkilau di Akhir Pekan

SABTU, 06 SEPTEMBER 2025 | 08:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia kembali menguat di akhir pekan ini dan mencapai rekor tertinggi baru menyusul laporan Nonfarm Payrolls AS yang lemah. 

Data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di AS melemah tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,3 persen, menegaskan kondisi pasar tenaga kerja yang kian melemah. 

Para trader kini memperkirakan peluang 90 persen adanya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin dan 10 persen peluang pemangkasan 50 basis poin pada September.


Harga emas spot naik 1,4 persen menjadi 3.596,55 per ounce pada penutupan perdagangan Jumat 5 September 2025 setelah sempat menyentuh rekor 3.599,89 sebelumnya.

Logam mulia ini kini berada di jalur menuju kenaikan mingguan terkuat dalam hampir empat bulan. 

Sementara harga emas untuk kontrak berjangka pengiriman Desember ditutup naik 1,3 persen 3.653,30 Dolar AS.

Sepanjang tahun ini, emas telah melonjak 37 persen setelah mencatat kenaikan 27 persen pada 2024. 

Emas, yang tidak memberikan bunga, cenderung bersinar ketika suku bunga rendah dan ketidakpastian tinggi, menjadikannya aset lindung nilai utama bagi investor.

China dan India tetap menjadi konsumen emas terbesar dunia. Namun permintaan emas fisik di kedua negara ini turun pekan ini akibat harga yang mencapai rekor tertinggi.

Data cadangan emas Agustus dari bank sentral China, yang akan dirilis pada Minggu, tidak akan mencakup rekor harga September, tetapi dapat memberi gambaran tambahan tentang bagaimana harga tinggi memengaruhi permintaan bank sentral.

Harga perak naik 0,8 persen menjadi 40,98 Dolar AS menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. 

Platinum naik 0,5 persen menjadi 1.373,92 Dolar AS. Paladium turun 1,5 persen menjadi 1.110,32 Dolar AS.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya