Berita

Kepala Pusat Penerangan Brigjen TNI (Marinir) Freddy Ardianzah saat memimpin konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Jumat 5 September 2025. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Pertahanan

TNI Bantah Deretan Hoaks terkait Prajurit dalam Demo Anarkis

SABTU, 06 SEPTEMBER 2025 | 02:17 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengklarifikasi sejumlah kabar bohong alias hoaks di media sosial yang menyeret prajurit saat aksi demo berujung anarkis. Ia menegaskan bahwa beredarnya foto, video maupun konten-konten yang bernarasi negatif merupakan framing yang menyesatkan.

“Banyak foto, video, maupun konten yang diviralkan itu hoaks. Namun sayangnya tetap dijadikan bahan untuk mendiskreditkan TNI,” kata Freddy saat konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Jumat 5 September 2025.

Freddy pun merangkum deretan hoaks yang bertebaran, salah satunya anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) Mayor SS yang disebut menjadi provokator demo dan ditangkap anggota Brimob Polri.


Padahal, kata Freddy, Mayor SS sedang menjalani tugas intelijen di sekitaran traffic light Slipi arah ke Petamburan, Jakarta Pusat pada Kamis 28 Agustus 2025.

"Tidak ada satu pun anggota TNI yang ditangkap Polri, itu hoaks. Mereka justru sedang menjalankan tugas intelijen untuk deteksi dini dan cegah dini ancaman,” kata Freddy.

Kedua, Freddy meluruskan kasus Pratu Handika Novaldo, yang disebut-sebur sempat diamankan personel Brimob Polda Sumatera Selatan (Sumsel) saat kericuhan terjadi di DPRD Sumsel.

Saat ditelusuri, rupanya Pratu Handika sedang mencari makan mengisi BBM kendaraannya.

"Itu hanya kesalahpahaman, yang bersangkutan (Pratu Handika) sedang mencari makan dan mengisi BBM, bukan ikut demo. Sudah ada permintaan maaf dari Dansat Brimob,” kata Freddy.

Selanjutnya, sejumlah video yang mengklaim TNI menjadi provokator di Medan dan Ternate juga dipastikan tidak benar.

“Jangan sampai framing negatif itu lebih kuat daripada pengorbanan nyata prajurit. Mereka sudah ikhlas membantu Polri, sama-sama kena lempar batu, gas air mata, bahkan bom molotov. Jadi sangat menyakitkan jika masih ada yang menuding TNI provokator,” pungkas Freddy.



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya