Berita

Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

PPP Makin Ambles Jika Dipimpin Tokoh Lama

JUMAT, 05 SEPTEMBER 2025 | 23:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Diperlukan sosok yang mampu dan dapat diterima di kalangan pesantren yang merupakan basis massa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk memimpin menggantikan M Mardiono.

Demikian disampaikan Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menjelang pelaksanaan Muktamar X PPP pada akhir September 2025 di Jakarta.

"Perlu kiranya mencari sosok yang mampu dan dapat diterima di kalangan pesantren yang merupakan basis massa PPP," kata Saiful kepada RMOL, Jumat 5 September 2025.


Karena, kata akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, jika PPP masih berkutat pada tokoh-tokoh lama yang terbukti gagal membawa partai ke kejayaan partai, maka beresiko tinggi PPP sulit untuk tumbuh dan besar kembali.

"Perlu sosok sentral yang mampu diterima oleh seluruh kalangan. Untuk itu kurang tepat jika masih mempertahankan Mardiono sebagai Ketum PPP, butuh sosok-sosok baru yang lebih dapat diterima oleh semua kalangan, sehingga PPP akan kembali eksis dan memiliki wakil-wakil di parlemen utamanya di DPR," pungkas Saiful.



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya