Berita

Plt Ketum PPP, Mardiono (Foto: RMOL//Faisal Aristama)

Politik

Mardiono Harusnya Tahu Diri Serahkan Posisi Ketum PPP ke Kandidat Lain

JUMAT, 05 SEPTEMBER 2025 | 13:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono seharusnya menyerahkan tongkat kepemimpinan partai berlogo Kabah itu kepada kader yang potensial.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, mengatakan, mestinya Mardiono tahu diri karena telah gagal membawa PPP untuk tetap eksis di panggung politik Senayan.

"Lebih baik menyerahkan kepada kandidat potensial lainnya yang lebih terbuka untuk dapat membawa partai ke jalan yang benar," kata Saiful kepada RMOL, Jumat, 5 September 2025.


Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menilai, jika Mardiono tetap memaksakan diri maju dan pada akhirnya terpilih menjadi Ketum PPP, maka sangat mungkin peristiwa 2024 akan terulang kembali, bahkan lebih parah dari 2024 yang lalu.

"Mardiono selain tidak memiliki massa yang jelas, juga bukan berasal dari kalangan trah Kiai, sehingga akan sangat sulit membawa PPP seperti pada saat orde baru," pungkas Saiful.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya