Berita

Gerai Dominos's Pizza (Foto: 9News)

Bisnis

Buntung Rp60 Miliar, Domino’s Pizza Tutup 312 Gerai

JUMAT, 05 SEPTEMBER 2025 | 11:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Salah satu jaringan makanan cepat saji terbesar di dunia, Domino’s Pizza, mengumumkan kerugian untuk pertama kalinya sejak perusahaan melantai di bursa saham.

Perusahaan asal Australia ini mencatat rugi sebesar 3,7 juta Dolar Australia (sekitar Rp60 miliar) setelah menutup 312 gerai pada tahun keuangan terakhir. Sebagian besar penutupan terjadi di Jepang dengan 233 gerai, sedangkan sisanya tersebar di negara lain.

Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, Domino’s masih membukukan laba bersih 92,3 juta Dolar Australia (sekitar Rp1,5 triliun).


Dalam pengumumannya di Bursa Efek Australia (ASX), Domino’s menyebut kinerja di Australia dan beberapa wilayah Eropa cukup solid, bahkan ada tanda-tanda perbaikan di Jerman dan Asia Tenggara. Namun, hasil tersebut tertutup oleh buruknya penjualan di Prancis dan Jepang.

“Kami mengambil keputusan sulit namun perlu, yaitu menutup gerai yang merugi dan fokus pada nilai serta frekuensi pembelian pelanggan. Saat ini, kami sedang bekerja keras membangun kembali momentum bisnis," kata Jack Cowin, Executive Chair Domino’s, dikutip dari news.com.au, Kamis 4 September 2025.

Cowin menegaskan Domino’s kini fokus melakukan efisiensi biaya dan penyederhanaan bisnis. Penghematan tersebut akan digunakan untuk mendukung mitra waralaba dan meningkatkan pemasaran agar penjualan kembali naik.

“Kami ingin membuat Domino’s lebih ramping dan efisien. Jika strategi ini berhasil, keuntungannya akan dibagi dengan pelanggan, mitra, dan pemegang saham,” ujarnya.

Di Australia, bisnis Domino’s masih berkembang dan mencetak laba tertinggi dalam tiga tahun terakhir, termasuk rekor pendapatan untuk mitra waralaba. Namun, secara global, perusahaan melaporkan awal yang lesu di tahun keuangan 2025-2026, dengan penjualan turun 0,9 persen dalam tujuh minggu pertama.

Hasil ini muncul setelah keputusan mengejutkan CEO Mark van Dyck, yang pada Juli lalu mengumumkan akan mundur per 23 Desember 2025, padahal baru menjabat sejak November 2024 menggantikan CEO lama, Don Meij.

Meski merugi, Domino’s tetap akan membagikan dividen akhir sebesar 21,5 sen Dolar Australia per saham kepada para pemegang saham.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya