Berita

Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra (Foto: Reuters)

Dunia

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Kabur ke Dubai Jelang Vonis Penjara

JUMAT, 05 SEPTEMBER 2025 | 11:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, tiba-tiba meninggalkan Thailand dengan jet pribadi pada Kamis malam, 4 September 2025, hanya beberapa hari sebelum putusan pengadilan diumumkan. 

Kepergiannya memunculkan spekulasi luas bahwa ia mungkin tidak akan hadir saat sidang vonis pada 9 September mendatang.

Keberangkatan Thaksin, 76 tahun, terjadi sehari sebelum parlemen Thailand memilih perdana menteri baru sekaligus membentuk pemerintahan baru. 


Partai Pheu Thai yang didirikan Thaksin diperkirakan akan kehilangan kekuasaan setelah popularitasnya anjlok akibat kasus etik yang menjerat Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra (putri Thaksin) hingga dicopot dari jabatannya pekan lalu.

Jet pribadi Thaksin, Bombardier Global 7500 dengan nomor registrasi T7GTS, lepas landas dari Bandara Don Mueang Bangkok sekitar pukul 19.00 waktu setempat. 

Awalnya pesawat diarahkan ke Singapura untuk pemeriksaan kesehatan, namun batal mendarat karena bandara sudah ditutup. Setelah sempat berputar di udara, pesawat akhirnya menuju Dubai.

Dalam unggahan di X, Thaksin menjelaskan bahwa ia akan ke Dubes untuk menemui dokter ortopedi dan pulmonologi. 

“Sejak pendaratan di Singapura tidak lagi memungkinkan, saya memutuskan untuk meminta pilot mengubah rute ke Dubai. Di Dubai saya memiliki dokter ortopedi dan pulmonologi yang biasa menangani saya,” tulis Thaksin, seperti dimuat CNN. 

Pihak kepolisian menyatakan bahwa imigrasi sempat menahan Thaksin beberapa jam sebelum keberangkatan, tetapi dipastikan tidak ada larangan hukum yang menghalangi perjalanannya.

Thaksin sebelumnya menghabiskan 15 tahun dalam pengasingan sukarela setelah digulingkan melalui kudeta militer pada 2006. 

Ia divonis bersalah atas penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi, meski selalu menegaskan tuduhan itu bermotif politik.

Pada 2023, ia kembali ke Thailand dan langsung dijatuhi hukuman 8 tahun penjara. Namun, Raja Maha Vajiralongkorn kemudian mengurangi hukumannya menjadi 1 tahun, dan Thaksin dibebaskan bersyarat setelah enam bulan. 

Meski demikian, ia tak pernah mendekam di sel tahanan, melainkan dirawat di ruang khusus Rumah Sakit Polisi Bangkok, yang menimbulkan tudingan adanya perlakuan istimewa.

Kini, dengan putrinya Paetongtarn terdepak dari kursi perdana menteri, masa depan politik keluarga Shinawatra berada di ujung tanduk.

Sementara itu, parlemen Thailand dijadwalkan memilih perdana menteri baru pada hari ini, Jumat, 5 September 2025. 

Kandidat Pheu Thai, Chaikasem Nitisiri, diprediksi kalah bersaing dengan Anutin Charnvirakul, pemimpin Partai Bhumjaithai. Anutin mendapat dukungan penting dari Partai Rakyat (People’s Party), reinkarnasi dari Partai Move Forward yang dibubarkan.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya