Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelegence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Meredup Usai Aksi Ambil Untung

JUMAT, 05 SEPTEMBER 2025 | 07:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia melemah  dipicu aksi ambil untung investor saat data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) jadi penentu arah harga.

Data terbaru menunjukkan jumlah klaim pengangguran mingguan di AS meningkat melebihi ekspektasi, memperkuat keyakinan bahwa kondisi pasar tenaga kerja sedang melemah. 

Tekanan politik AS terhadap independensi the Fed turut menopang prospek logam mulia. Sejumlah pejabat the Fed juga menegaskan kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja yang rapuh, sehingga semakin memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga.


Menurut FedWatch Tool CME Group, peluang pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini mencapai 98 persen.

Selain itu, rencana Polandia menambah cadangan emas juga menambah sentimen. Gubernur Bank Sentral Polandia Adam Glapinski berencana mengusulkan kenaikan porsi cadangan emas menjadi 30 persen dari sebelumnya 20 persen.

Dikutip dari Reuters, Harga emas spot turun 0,4 persen menjadi 3.544,15 Dolar AS per ons pada perdagangan Kamis 4 September 2025.

Sementara emas berjangka AS ditutup melemah 0,76 persen menjadi 3.543,29 Dolar AS. 

Sehari sebelumnya, harga emas sempat mencatat rekor tertinggi di 3.578,50 Dolar AS per ons didorong data lowongan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan.

Logam kuning, yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya berkinerja lebih baik di tengah lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian pasar.

Harga perak spot merosot 1,2 persen menjadi 40,71 Dolar AS per ons setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak September 2011. 

Platinum jatuh 3,8 persen menjadi 1.367,61 Dolar AS per ons. Paladium anjlok 1,6 perse ke 1.129,86 Door AS per ons.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya