Berita

Pendiri Mata Project Indonesia (MPI), Multazam Ahmad. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Nusantara

Mata Project Indonesia:

Kesejahteraan Sejati Tidak Diukur dari PDB

JUMAT, 05 SEPTEMBER 2025 | 02:36 WIB | LAPORAN: YUDHISTIRA WICAKSONO

Praktisi komunikasi dan SDM sekaligus pendiri Mata Project Indonesia (MPI), Multazam Ahmad menegaskan pentingnya menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

Visi itu ia tuangkan dalam gagasan bertajuk Indonesia sebagai Pionir Kesejahteraan Global. 

“Kesejahteraan sejati tidak diukur dari produk domestik bruto (PDB), melainkan dari kualitas hubungan sosial, rasa kebersamaan, dan tujuan hidup yang bermakna,” kata Multazam dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 4 September 2025.


Lanjut dia, berdasarkan penelitian Global Flourishing Study 2025 yang dilakukan Harvard, Gallup, dan Baylor, menempatkan Indonesia di peringkat pertama dunia dalam hal kesejahteraan. Hasil ini juga dilaporkan oleh Fortune dan Asia Times yang menyebut Indonesia sebagai negara paling bahagia di dunia.

Multazam menilai temuan itu sejalan dengan gagasannya sejak 2021 yang menolak paradigma pertumbuhan material semata. Kala itu ia menekankan perlunya dekolonisasi pengetahuan dan mendorong pemuda Indonesia untuk mengambil peran utama dalam pembangunan.

MPI juga menginisiasi berbagai program konkret. Di antaranya kultur positif, budaya kerja berbasis kebersamaan yang terbukti meningkatkan Net Promoter Score internal 23 persen pada 2024.

Kemudian workshop komunikasi empatik yang melatih keterampilan komunikasi pemimpin dan menurunkan angka turnover karyawan hingga 15 persen dalam setahun.

Selanjutnya riset komunikasi, motivasi, dan produktivitas hidup, berkolaborasi dengan universitas lokal dan dipublikasikan di Jurnal Manajemen Indonesia 2025.

Program berikutnya ialah Kampanye #SalingBantu, yang mengedukasi publik tentang kesejahteraan holistik dan diikuti lebih dari 200 ribu mahasiswa serta alumni.

Kolaborasi strategis juga dilakukan, salah satunya bersama BPJS Kesehatan lewat program Garda JKN yang didorong menjadi gerakan kultural nasional demi penguatan mutu layanan.

“Indonesia telah membuktikan bahwa kesejahteraan paling tinggi berasal dari kualitas hubungan manusia. Saya bukan ilmuwan, melainkan katalisator kisah kebahagiaan manusia,” ujar Multazam.

Ia menambahkan, bagi generasi muda, kebahagiaan tidak perlu menunggu pengakuan luar negeri karena bisa ditemukan di lingkungan terdekat. 

Sementara bagi profesional HR dan komunikasi, Multazam mengingatkan agar makna dijadikan metrik utama, bukan sekadar produktivitas atau profit.

Melalui MPI, Multazam berkomitmen menjadikan Indonesia pionir kesejahteraan global dengan menekankan nilai-nilai gotong royong, empati, dan kebersamaan di setiap lini kehidupan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya