Berita

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

AHY: Pemerintah Siap Buka Dialog atas Tuntutan 17+8

KAMIS, 04 SEPTEMBER 2025 | 17:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan kesiapannya untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat terkait tuntutan 17+8 yang belakangan ramai disuarakan dalam aksi demonstrasi.

Kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 4 September 2025, AHY menjelaskan bahwa dirinya bersama jajaran pemerintah terus memantau dan mencermati secara seksama tuntutan 17+8.

“17+8. Kita ikuti semua, saya sudah baca satu per satu 17+8 yang menjadi aspirasi dari berbagai kalangan terutama mereka yang turun ke jalan kemarin,” ujar AHY.


AHY menekankan bahwa sejumlah isu yang dianggap mendesak perlu segera direspons dengan membuka komunikasi yang sehat antara pemerintah, parlemen, dan masyarakat sipil.

“Tentu dalam kepasitas saya juga sebagai Ketua Umum Partai Demokrat saya mengatakan kalau ada yang memang segera perlu kita duduk bersama, mendengarkan dan saya mengapresiasi dialog-dialog yang sudah dibuka dari DPR RI dan juga tentunya pemerintah,” paparnya.

Ia menambahkan, berbagai aspirasi yang muncul, baik dari mahasiswa, buruh, maupun kelompok masyarakat lainnya, harus mendapatkan perhatian serius.

“Kami sendiri ingin lebih mendengar apa yang diharapkan oleh masyarakat, apakah itu ekonomi, apakah itu masalah hukum keadilan, dan lain sebagainya,” kata AHY.

Menurutnya, kanal komunikasi yang baik menjadi kunci agar solusi bisa dicapai bersama-sama tanpa ada kebuntuan.

“Jadi artinya, terlepas kapasitas saya sebagai Menko Bidang Infrastruktur, tetapi sebagai salah satu pemimpin partai saya juga menyambut baik jika dialog-dialog itu dibuka dengan baik, salurannya tidak tersumbat sehingga kita bisa mencari solusinya bersama,” pungkas AHY.

Tuntutan 17+8 merujuk pada daftar aspirasi gabungan yang disuarakan oleh elemen mahasiswa, buruh, dan kelompok masyarakat sipil dalam gelombang demonstrasi yang berlangsung sejak awal September 2025.

Berikut daftar 17 Tuntutan Utama:

1. Pencabutan regulasi yang merugikan masyarakat kecil.
2. Penurunan harga kebutuhan pokok.
3. Jaminan lapangan kerja layak bagi buruh dan lulusan baru.
4. Peningkatan anggaran pendidikan minimal 20 persen.
5. Perbaikan sistem kesehatan publik.
6. Subsidi transportasi umum yang lebih luas.
7. Transparansi proyek infrastruktur besar.
8. Pemberantasan korupsi secara menyeluruh tanpa tebang pilih.
9. Penegakan hukum yang adil dan setara.
10. Perlindungan hak-hak petani dan nelayan.
11. Akses perumahan terjangkau untuk masyarakat menengah-bawah.
12. Kebijakan energi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
13. Peningkatan upah minimum sesuai inflasi.
14. Perlindungan terhadap kebebasan pers dan demokrasi.
15. Peningkatan program kesejahteraan sosial.
16. Penghentian kriminalisasi aktivis dan pejuang lingkungan.
17. Reformasi sistem perpajakan agar lebih adil.

8 Tambahan Tuntutan:

1. Penurunan tarif listrik dan BBM.
2. Revisi kebijakan impor pangan yang merugikan petani lokal.
3. Pengawasan ketat penggunaan dana publik.
4. Transparansi dana dan program bantuan sosial.
5. Jaminan kesehatan nasional tanpa diskriminasi layanan.
6. Penanganan krisis lingkungan dan bencana alam secara serius.
7. Keterlibatan mahasiswa dan masyarakat sipil dalam perumusan kebijakan strategis.
8. Peninjauan kembali proyek IKN yang dianggap membebani anggaran negara.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya