Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Reuters)

Global

Prancis Desak AS Batalkan Larangan Visa untuk Pejabat Palestina

KAMIS, 04 SEPTEMBER 2025 | 12:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Amerika Serikat untuk meninjau ulang keputusannya menolak pemberian visa bagi para pejabat Palestina yang hendak menghadiri Sidang Umum PBB di New York.

Dalam sebuah pernyataan di X, Macron menilai langkah Washington tersebut tidak dapat diterima.

“Kami menyerukan agar kebijakan ini dibatalkan dan perwakilan Palestina dijamin hadir sesuai dengan Host Country Agreement,” tulis Macron, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 4 September 2025.


Macron menyampaikan komentar itu setelah melakukan pembicaraan dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. 

Keduanya dijadwalkan memimpin Konferensi Solusi Dua Negara di New York pada 22 September mendatang.

“Tujuan kami jelas: menggalang dukungan internasional seluas mungkin untuk Solusi Dua Negar, satu-satunya jalan untuk memenuhi aspirasi sah bangsa Israel dan Palestina,” tegas Macron.

Ia menambahkan, upaya tersebut tidak akan terhenti oleh agresi militer Israel, upaya aneksasi wilayah, maupun pengusiran paksa penduduk Palestina.

“Tidak ada ofensif, upaya aneksasi, atau pemindahan paksa populasi yang akan menggagalkan momentum yang telah kami bangun bersama Putra Mahkota, momentum yang telah didukung banyak mitra internasional,” kata dia. 

Pemerintah AS pekan lalu mengumumkan bahwa Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas beserta sejumlah pejabat tidak akan diizinkan memasuki wilayahnya. 

Keputusan itu muncul di tengah rencana sejumlah sekutu Amerika, termasuk Belgia, untuk secara resmi mengakui negara Palestina di forum PBB.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya