Berita

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara menggelar pernyataan sikap di Kampus Universitas Krisnadwipayana, Jakarta, Rabu, 3 September 2025. (Foto: Dokumentasi BEM Nusantara)

Politik

BEM Nusantara:

Gerakan Mahasiswa Harus Steril dari Permainan Politik Sesaat

KAMIS, 04 SEPTEMBER 2025 | 00:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Arah perjuangan mahasiswa harus menjadi kekuatan moral bangsa yang murni, progresif dan kritis. 

Hal itu disampaikan Koordinator Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Pier Lailossa dalam pernyataan sikap yang digelar di Kampus Universitas Krisnadwipayana, Jakarta, Rabu, 3 September 2025.

“BEM Nusantara menolak keras segala bentuk tindakan destruktif dan anarkis yang hanya merusak perjuangan mahasiswa. Gerakan mahasiswa harus steril dari permainan politik sesaat yang berpotensi melemahkan idealisme dan merusak kepercayaan publik,” tegas Pier.


Pasalnya, tindakan itu dinilai mencederai aspirasi rakyat yang seharusnya diperjuangkan secara intelektual dan bermartabat.

“Mahasiswa dipandang sebagai corong suara rakyat, bukan alat kepentingan elite,” tambah Pier.

Lebih jauh, BEM Nusantara menuntut pemerintah menuntaskan reformasi secara penuh dengan seruan 'merdeka 100 persen tuntaskan Reformasi. 

“Perlunya membuka ruang dialog yang setara antara mahasiswa dan pemerintah demi terciptanya iklim demokrasi yang sehat,” imbuhnya.

Di sisi lain, BEM Nusantara juga mengecam tindakan represif aparat terhadap demonstran. 

Namun, mereka mendukung langkah penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang melakukan tindakan kriminal dan merusak kemurnian gerakan mahasiswa.

“Perjuangan ini bukan hanya untuk hari ini, melainkan untuk masa depan bangsa dan generasi yang akan datang,” tandas Pier.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya