Berita

Zetro Leonardo Purba (Foto: Facebook)

Dunia

Laporan Media Peru:

Diplomat RI Ditembak Enam Kali, Polisi Duga Pembunuh Bayaran

RABU, 03 SEPTEMBER 2025 | 18:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Peru, Zetro Leonardo Purba ditembak sebanyak enam kali oleh orang tak dikenal sebelum tewas di Kota Lince, Lima, Senin malam, 1 September 2025 waktu setempat.

Media lokal Pan Americana melaporkan, Zetro menjadi sasaran peluru saat tengah bersepeda bersama istrinya di sekitar kediamannya. 

"Zetro ditembak enam kali saat sedang bersepeda bersama sang istri di dekat kediaman dia di Kota Lince," bunyi laporan media tersebut.


Sebelumnya laporan awal sempat menyebut korban ditembak tiga kali, namun investigasi terbaru memastikan korban dihujani enam peluru.

Kepolisian Nasional Peru menegaskan aksi ini bukan perampokan, karena idak ada barang berharga maupun uang korban yang diambil pelaku. 

"Menurut polisi, para penyerang tak mencari uang atau barang, mereka hanya menembak staf tersebut. Selain itu, tetangga mengatakan mereka melihat seorang pria berpakaian hitam berkeliaran menggunakan motor," tulis Pan Americana.

Bahkan, La Republica melaporkan beberapa hari sebelumnya warga sudah curiga dengan motor misterius yang berulang kali mondar-mandir di sekitar apartemen korban.

Menteri Dalam Negeri Peru, Carlos Malaver, menyebut kasus ini sebagai aksi percobaan pembunuhan.

“Tidak ada barang yang dicuri, mereka menunggunya, dan peluru mengenai kepalanya. Kami tidak mengesampingkan kemungkinan apa pun. Ada tindakan kriminal yang tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Kementerian Luar Negeri Peru telah menyampaikan laporan kepada Presiden Dina Boluarte sekaligus mengirimkan duka cita kepada pemerintah Indonesia. Menteri Luar Negeri Elmer Schialer menegaskan penyelidikan akan dilakukan hingga tuntas.

"Kami akan terus memberikan semua dukungan dan bantuan yang diperlukan kepada pihak berwenang Indonesia dalam masalah ini dan memastikan bahwa kejahatan ini akan diselidiki secara menyeluruh. Semua bantuan dan perlindungan yang diperlukan akan diberikan kepada duta besarnya di negara ini dan staf kedutaan," kata pernyataan Kemlu.

Saat ini, jenazah Zetro sedang menjalani autopsi sebelum dipulangkan ke Tanah Air dengan dukungan penuh dari KBRI dan Kementerian Luar Negeri RI.




Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya