Berita

Wakil Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

DPN Tani Merdeka Indonesia:

Jangan Sampai Persatuan Terkoyak oleh Provokator

RABU, 03 SEPTEMBER 2025 | 06:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia menegaskan sikapnya yang menolak keras segala bentuk upaya adu domba, pecah belah, dan provokasi yang mencoba memecah belah persatuan masyarakat Indonesia. 

"Kami menghimbau kepada seluruh pihak untuk mewaspadai provokator yang mencoba memicu tindakan anarkis di lingkungan masing-masing. Jangan sampai persatuan kita terkoyak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar Wakil Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa malam, 2 September 2025. 

Ia menegaskan komitmen DPN Tani Merdeka Indonesia untuk terus mendukung penuh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun bangsa.


"Kami percaya sepenuhnya bahwa Presiden Prabowo Subianto akan terus membela masyarakat kecil atau 'wong cilik' dan bahwa setiap kebijakannya akan selalu berpihak kepada rakyat," ungkapnya. 

Namun di sisi lain, Tani Merdeka Indonesia juga memberikan dukungan kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sebagai hak konstitusional warga negara. 

"Kami mendukung sepenuhnya aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai dan konstitusional. Namun, kami menolak keras segala bentuk aksi yang disertai dengan kekerasan, anarkisme, dan pengrusakan fasilitas umum," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya