Berita

Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: BGN)

Nusantara

MBG Serap Anggaran Jumbo Tapi Belum Mampu Dongkrak Ekonomi Rakyat

SELASA, 02 SEPTEMBER 2025 | 14:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan bagi perekonomian rakyat.

Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, mengatakan program prioritas yang telah memakan banyak anggaran itu belum mendongkrak perekonomian.

"(MBG) itu belum terlihat dapat menggerakan perekonomian masyarakat secara lebih merata Padahal berbagai program-program tersebut sudah mengalihkan sumber daya negara dari berbagai pos-pos yang lainnya,"katanya dalam media briefing virtual pada Selasa, 2 September 2025.


Sementara itu, Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS, Deni Friawan menambahkan bahwa program tersebut tidak efektif dan tidak mendesak, tetapi masih dijalankan pemerintah.

"Program mahal prioritas pemerintah dan dampaknya hingga saat ini masih tidak efektif atau tidak mendesak itu tetap dijalankan, misalnya MBG," tuturnya.

Ia pun mengatakan bahwa anggaran program MBG yang melonjak dari Rp171 triliun tahun ini, menjadi Rp335 triliun pada tahun 2026 mendatang. 

Anggaran tersebut, kata Deni menguasai 44 persen dari pos anggaran pendidikan yang sebesar Rp757,8 triliun pada tahun depan.

Adapun realisasi anggaran MBG hingga Agustus 2025 telah mencapai Rp10,3 triliun atau 14,5 persen dari total anggaran Rp71 triliun.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan saat ini sudah ada 20,5 juta penerima manfaat MBG yang dilayani oleh 5.905 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya