Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Pemerintah Gelontorkan 52,4 Ribu Ton Jagung SPHP

SELASA, 02 SEPTEMBER 2025 | 13:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyiapkan 52.400 ton jagung lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang bakal disalurkan bagi peternak layer atau ayam petelur di tanah air.

Stok dari Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) ini digelontorkan demi menstabilkan harga jagung di tingkat peternak yang sedang melambung.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menjelaskan, lebih dari 50.000 ton jagung bakal digelontorkan sesuai dengan isi dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) tingkat menteri yang baru saja digelar.


"Jagung akan disiapkan SPHP buat para peternak layer. Jumlah totalnya 52,4 ribu ton se-Indonesia," ujar Arief dalam keterangannya di Jakarta, Senin 11 September 2025.

Jagung-jagung SPHP ini akan dijual dengan harga Rp5.500 per kilogram, yang bertujuan untuk membantu peternak mendapatkan harga pakan ternak yang terjangkau.

Arief berharap, dengan harga pakan yang terjangkau, dapat menekan harga telur dan juga mampu mengendalikan harga daging ayam.

Ketersediaan jagung untuk pakan ternak kembali jadi perhatian pemerintah. Dalam sebulan terakhir, harga jagung di sejumlah sentra produksi cenderung meningkat dan berpotensi membebani peternak unggas.

Harga jagung di pasar naik melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional, HAP nasional jagung untuk peternak berada di level Rp 5.800 per kilogram. Namun, harga rata-rata nasional sudah tembus ke Rp 6.587 per kilogram.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya