Berita

Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof. Sulistyowati Irianto. (Foto: ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Politik

Guru Besar UI:

Kebijakan Politik Anggaran Pemerintah Tidak Berdasar Rasionalitas

SELASA, 02 SEPTEMBER 2025 | 00:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sejumlah kebijakan politik anggaran pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dianggap bermasalah oleh Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof. Sulistyowati Irianto.

"Pemerintah harus meninjau kembali kebijakan politik anggaran yang salah sasaran dan tidak didasarkan pada rasionalitas ilmiah dan data yang valid," ujar Prof. Sulis dalam jumpa pers virtual dikutip redaksi di Jakarta, Senin, 1 September 2025.

Dia menyebutkan, setidaknya ada tiga pokok kebijakan politik anggaran yang disorot masyarakat. Yakni misalnya terkait sumber daya dan keuangan negara, yang seharusnya didapatkan dari perampasan aset koruptor. 


"Kemudian para pengusaha sumber daya alam, dan mereka yang sudah mendapat fasilitas negara secara menguntungkan dan bukan dibebankan kepada pajak dan berbagai pungutan kepada rakyat," urainya.

Selain itu, Prof. Sulis juga menyebut kebijakan alokasi anggaran negara dan daerah juga masih bermasalah, karena seharusnya didasarkan pada kebutuhan rakyat terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

"Terutama bagi kelompok rentan, miskin, perempuan dan anak. Sudah waktunya kebijakan anggaran didasarkan pada pemenuhan hak-hak kesejahteraan (welfare benefits) bukan sebagai ‘charity’ tetapi sebagai ‘entitlement’," tutur dia.

Politik anggaran terakhir yang dianggap Prof. Sulis irasional yakni terkait dengan tunjangan DPR yang menjadi isu utama publik dan menyebabkan terjadinya massa aksi besar-besaran beberapa hari lalu.

"Gaji dan fasilitas berlebihan kepada anggota legislatif yang masih aktif maupun pensiun seumur hidup kepada anggota legislatif yang purna tugas," katanya.

"Selain itu penggajian direksi dan komisaris BUMN yang mencapai miliaran rupiah per bulan jelas melukai rasa keadilan dan harus ditinjau ulang," demikian Prof. Sulis.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya