Berita

Suasana mencekam aksi demonstrasi di kawasan Kwitang, Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 30 Agustus 2025. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Akademisi Endus Ada Aksi Anarkis Terorganisir

SENIN, 01 SEPTEMBER 2025 | 01:05 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mekanisme kontrol terhadap antisipasi aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di sejumlah wilayah di Indonesia dipertanyakan Ketua Program Studi Magister Hubungan Internasional Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam.

Ia mengendus unjuk rasa kali ini tampak terorganisir dan secara masif berbeda dengan peristiwa 20 tahun silam. 

“Ada penjarahan, kemudian seolah sikap itu seperti terfasilitasi atau situasi yang seolah tidak terkendali. Pertanyaan sederhananya lalu bagaimana mekanisme kontrol yang ada di lapangan? Apakah pembiaran terjadi?” tegas Umam dalam acara webinar LP3ES dan Universitas Paramadina, bertemakan ‘Menyalakan Lilin Kegelapan: Refleksi dan Keprihatinan Bersama Masyarakat Sipil’ di Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025.


“Memang ada sejumlah pertanyaan, apakah misalnya ada penetrasi dari kekuatan intelijen tertentu, kita tidak tahu dan tidak mudah untuk mengkonfirmasi itu? Lalu kemudian bagaimana output atau target dari gerakan ini?” tambahnya menegaskan. 

Menurut dia, dari sisi sosiologi secara umum, pergerakan masyarakat Indonesia dalam 20 tahun belakangan ini belum pada satu taraf yang seperti demikian.

Kegaduhan yang terjadi saat ini, lanjut Umam, tampak ada dalang atau aktor besar yang memfasilitasi dan memobilisasi gerakan ini. 

“Apakah kemudian itu pergerakan yang betul-betul begitu masif sehingga tidak memungkinkan bagi instrumen penegak hukum menjalankan peran dan juga fungsinya,” pungkas dia.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya