Berita

Anggota TNI dari Yon Arhanud 6/Bay turun tangan bubarkan massa penyerang Mapolres Metro Bekasi Kota, Minggu malam, 31 Agustus 2025. (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Pertahanan

Tiga Peleton TNI Turun Tangan Amankan Mapolres Metro Bekasi Kota

SENIN, 01 SEPTEMBER 2025 | 00:01 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sebanyak tiga peleton anggota TNI turun tangan setelah massa masih melakukan penyerangan ke Mapolres Metro Bekasi Kota hingga tengah malam, Minggu, 31 Agustus 2025.

Pantauan RMOL sekitar pukul 23.31 WIB, ratusan massa dari arah Kranji kembali menyerang Mapolres Metro Bekasi Kota. Mereka terlihat melempar bom molotov hingga batu ke arah petugas kepolisian.

Namun, penyerangan itu tak berlangsung lama setelah petugas Kepolisian menembakkan gas air mata hingga membuat massa lari kocar-kacir.


Akan tetapi, massa masih bertahan di Jalan Pangeran Jayakarta, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Tak berselang lama sekitar pukul 23.48 WIB, sebanyak tiga peleton anggota TNI dari Yon Arhanud 6/Bay tiba di sekitar Mapolres Metro Bekasi Kota.

Setelah melakukan koordinasi dengan petugas kepolisian, sebanyak 38 personel TNI bersama aparat Kepolisian langsung menghampiri massa. Hingga pukul 23.53 WIB, personel TNI dan Polri masih terus menelusuri Jalan Pangeran Jayakarta untuk memukul mundur massa.

Presiden Prabowo Subianto usai rapat kabinet menegaskan bahwa penyampaian aspirasi masyarakat harus dihormati dan difasilitasi secara damai. 

Namun, Prabowo juga memerintahkan aparat kepolisian dan TNI untuk mengambil tindakan tegas terhadap perusakan fasilitas umum, penjarahan rumah warga, hingga serangan ke sentra ekonomi sesuai dengan hukum yang berlaku. 

“Sekali lagi, aspirasi murni yang disampaikan harus dihormati. Hak untuk berkumpul secara damai harus dihormati dan dilindungi. Namun kita tidak dapat pungkiri bahwa ada gejala tindakan-tindakan melawan hukum; bahkan ada yang mengarah pada makar dan terorisme,” kata Prabowo.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya