Berita

Analis komunikasi politik Hendri Satrio. (Foto: Dokumen Pribadi)

Politik

Pejabat Jangan Kabur di Tengah Gejolak Rakyat

MINGGU, 31 AGUSTUS 2025 | 13:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Situasi genting pasca gelombang unjuk rasa yang berujung ricuh dan penjarahan rumah sejumlah anggota DPR RI, seperti Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya, memunculkan peringatan keras dari analis komunikasi politik Hendri Satrio.

Sosok yang akrab disapa Hensat itu menilai, di tengah kondisi bangsa yang bergejolak, kehadiran pejabat negara menjadi penting untuk menjaga moral rakyat.

 Founder Lembaga Survei Kedai KOPI itu mengingatkan agar para pejabat, termasuk direksi BUMN, tidak meninggalkan Indonesia dalam situasi saat ini.


“Akan sangat baik bila pejabat negara termasuk direksi BUMN tidak meninggalkan Indonesia, sebab bisa dianggap kabur dan mengesampingkan perasaan rakyat,” kata Hensat, lewat akun X miliknya, seperti dikutip redaksi, Minggu, 31 Agustus 2025.

Menurutnya, rakyat kini sedang berada dalam situasi tertekan, baik akibat aksi massa, penindakan aparat, hingga kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa. Karena itu, pejabat harus menunjukkan sikap solidaritas dan kebersamaan.

“Mari bersama rakyat hingga situasi membaik,” tegasnya.

Hensat menekankan, kepercayaan publik terhadap pemerintah sedang berada di titik rawan. Jika pejabat justru meninggalkan tanah air di saat rakyat marah, maka potensi gejolak semakin besar.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya