Berita

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, usai menghadiri Doa Keselamatan Bangsa di Jakarta. (Foto: Humas PKB)

Politik

Cak Imin: Jangan Sampai Bangsa Mudah Terpecah-belah

SABTU, 30 AGUSTUS 2025 | 13:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Seluruh elemen bangsa diajak untuk menjaga suasana kebangsaan yang kondusif, damai, dan saling menghargai di tengah situasi yang kurang kondusif di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

Ajakan itu disampaikan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, usai menghadiri Doa Keselamatan Bangsa di Jakarta, Sabtu, 30 Agustus 2025.

"Tidak ada jalan lain bagi kita. Mari kita jaga keadaan ini bersama-sama, saling menghargai, saling menghormati. Berbeda pendapat itu hal biasa dalam demokrasi. Tapi tolong, jangan sampai kita menjadi bangsa yang mudah terpecah-belah," tegas Cak Imin.


Pernyataan ini ia sampaikan sebagai bentuk keprihatinan ricuhnya demonstrasi sekaligus seruan moral agar masyarakat tidak terjebak dalam polarisasi yang berlarut-larut, serta untuk meredam potensi perpecahan yang bisa merugikan persatuan bangsa.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini hanya bisa diatasi apabila seluruh komponen bangsa bersatu dan mau melakukan evaluasi diri secara kolektif. 

Baik lembaga legislatif, eksekutif, maupun masyarakat luas, perlu melakukan refleksi terhadap peran dan kontribusinya masing-masing dalam perjalanan bangsa.

"Salah satu upaya kita adalah dengan kita semua mengevaluasi diri. DPR mengevaluasi, pemerintah mengevaluasi, kita semua menata diri. Mari kita ulangi perjalanan yang sukses dan hentikan kegagalan," ujarnya.

Cak Imin menekankan pentingnya kebersamaan, solidaritas, dan semangat gotong royong dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan kemajuan bangsa.

Ia mendorong semua lapisan masyarakat untuk bersatu di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk bersama-sama mengatasi berbagai persoalan dan tantangan bangsa yang sedang terjadi, demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat.

"Karena itu, ayo kita kembali bersatu padu di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Dan mari kita berdoa terus, supaya negara kita segera maju, segera lepas dari berbagai kesulitan yang tengah dihadapi," tutupnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya