Berita

Pendiri Haidar Alwi Care, Haidar Alwi. (Foto: kalteng.go.id)

Publika

Waspadai Narasi Provokatif

OLEH: R HAIDAR ALWI*
JUMAT, 29 AGUSTUS 2025 | 19:20 WIB

DUKA mendalam atas insiden yang merenggut nyawa Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) dalam aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Peristiwa ini harus dipahami dengan hati yang tenang, bukan dengan amarah yang membakar. Karena setiap duka rakyat adalah amanah yang wajib dihormati, namun sangat berbahaya bila duka itu dijadikan alat untuk memecah belah.

Jangan biarkan duka ojol diperalat atau dipolitisasi. Waspadai narasi provokatif yang ingin menunggangi kesedihan ini. Yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan, bukan provokasi.


Dalam situasi berduka, publik biasanya menanti bagaimana negara hadir. Karena itu, langkah cepat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo patut diapresiasi. 

Jumat dini hari, 29 Agustus 2025, Kapolri datang langsung ke RSCM menemui keluarga korban, memeluk mereka, dan menyampaikan permintaan maaf tulus. 

Bahkan, Kapolri menitikkan air mata, sesuatu yang jarang terlihat dari seorang pejabat tinggi negara. Tindakan ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya bekerja dengan aturan hukum, tetapi juga dengan hati nurani.

Lebih jauh, Kapolri juga menegaskan bahwa proses hukum berjalan transparan. Anggota Brimob yang berada di mobil rantis telah diperiksa, dan evaluasi menyeluruh atas prosedur pengamanan aksi segera dilakukan. 

Kejadian ini adalah peristiwa penuh duka, bukan niat represif. Justru dari sikap terbuka Kapolri kita melihat negara berani introspeksi dan memperbaiki diri.

Dari sini, masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan, melainkan memberi ruang bagi proses hukum berjalan dengan adil.

Publik harus ingat bahwa dalam setiap musibah besar, selalu ada pihak yang berusaha membelokkan duka menjadi alat politik.

Jangan biarkan narasi provokatif menjerumuskan kita. Emosi bisa membuat kita kehilangan arah, padahal aparat sudah menunjukkan tanggung jawab dan keterbukaan.

Demokrasi yang sehat bukan diukur dari kerasnya teriakan, tetapi dari kemampuan rakyat menjaga akal sehat di tengah cobaan.

Jangan biarkan duka yang tulus berubah menjadi komoditas politik. Tugas kita adalah menjaga kedamaian agar demokrasi tetap berjalan dengan matang.

Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah membawa Indonesia ke panggung dunia, membangun diplomasi yang mengangkat martabat bangsa. 

Dari Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg bersama Presiden Vladimir Putin, pertemuan dengan Presiden Brasil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva, hingga perundingan dengan Uni Eropa dan dukungan Australia terhadap keanggotaan Indonesia di OECD dan CPTPP,  semua menunjukkan bahwa Indonesia semakin diperhitungkan.

Di saat kita berduka, mari jangan lupakan langkah besar yang sedang ditempuh bangsa ini. Presiden Prabowo sedang memperjuangkan diplomasi dan martabat Indonesia. 

Jangan biarkan duka kita dimanfaatkan oleh mereka yang ingin mengikis kepercayaan rakyat pada pemerintah dan aparatnya.

Selain itu, ketabahan kawan-kawan ojol dalam menghadapi hujan, panas, dan macet harus juga hadir dalam menghadapi duka. 

Kesabaran itu adalah kekuatan. Percayalah, negara melalui Kapolri sudah menunjukkan empati, dan kebenaran akan ditegakkan.

Sebagai penutup, pesan ini bukan hanya untuk ojol, tetapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia. Mari kita waspadai narasi provokatif. Jangan biarkan duka ini dipelintir atau dipolitisasi. 

Bersama Presiden Prabowo yang sedang membangun martabat bangsa, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berani menunjukkan empati.

Indonesia berada di jalur yang benar. Mari kita jaga hati, jaga persatuan, dan jaga masa depan bangsa ini.


Penulis adalah pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute




Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya