Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Rupiah Nyaris Tembus Rp16.500 Imbas Aksi Demonstrasi Ricuh

JUMAT, 29 AGUSTUS 2025 | 12:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah tembus ke Rp16.463 per Dolar AS pada perdagangan Jumat 29 Agustus 2025.

Mengutip data Bloomberg pada pukul 11.54 WIB, Rupiah anjlok 105,5 poin atau melemah 0,65 persen dari perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini terjadi imbas kondisi di dalam negeri dan faktor eksternal.


"Kondisi perpolitikan di Indonesia ini membuat pasar kembali mencari aset-aset yang aman, yaitu adalah safe haven," kata Ibrahim dalam keterangannya.

Menurutnya, insiden polisi melindas pengemudi ojek online (ojol) dengan mobil rantis Brimbob saat aksi demonstrasi Kamis malam telah memicu tensi politik memanas.

“Kejadian tadi malam ini benar-benar membuat masyarakat, kemudian mahasiswa dan pelajar ini sedikit memanas," ujarnya.

Ia juga mengatakan sentimen negatif ini diperburuk oleh isu-isu lain yang sudah ada sebelumnya, seperti rencana pemberian tunjangan perumahan untuk anggota DPR dan kasus korupsi yang melibatkan mantan aktivis 98.

"Ini carut-marut ini yang membuat pasar sedikit apatis ya terhadap perpolitikan di Indonesia ini yang membuat rupiah kembali mengalami pelemahan cukup tajam," tegasnya.

Lebih lanjut, Ibrahim mengatakan insiden ini mengingatkan pada peristiwa 1998 dan berpotensi memicu gelombang demonstrasi yang lebih besar meski Kapolri sudah meminta maaf.

"Pemerintah pun juga harus berhati-hati ya walaupun Kapolri sudah meminta maaf ya secara terbuka ya terhadap ojek online ya, tapi harus diingat bahwa pemerintah harus tetap waspada bahwa unjuk rasa kemungkinan besar akan terus bergulir," pungkas Ibrahim.

Menjelang aksi demonstrasi lanjutan siang ini, Ibrahim memprediksi Rupiah akan merosot hingga 85 poin, mencapai Rp16.433 per Dolar AS pada penutupan sore ini.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya