Berita

Wakil Ketua PP GPK Adrian Azhari Akbar Harahap (kanan) (Foto: dokumen pribadi Adrian)

Politik

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Total Institusi Polri

JUMAT, 29 AGUSTUS 2025 | 11:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam 28 Agustus 2025 membuat geram banyak pihak. Pasalnya, aparat kepolisian sudah brutal dalam mengamankan aksi massa. 

“Peristiwa tragis yang dialami pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, malam tadi saat demo DPR sungguh sangat memprihatinkan dan kami sesalkan,” ujar Wakil Ketua PP GPK Adrian Azhari Akbar Harahap, kepada RMOL, Jumat 29 Agustus 2025.

Selain menyesalkan peristiwa kemanusiaan tersebut, sebagai sesama umat muslim, Adrian mengucapkan turut berbelasungkawa dan semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT.


Tokoh muda NU ini memandang bahwa kejadian ini bisa menjadi titik awal mereformasi institusi Polri agar ke depannya dapat lebih humanis, demokratis dan jauh dari narasi-narasi represif dan kekerasan.

“Gus Dur sebagai presiden yang melepaskan Polri dari TNI 18 Agustus 2000 lalu akan sangat kecewa kalau Polri yang embrionya dibidani beliau melihat di Polri masih melekat sifat militeristiknya,” tegasnya.

Berkaca dari peristiwa tragedi kemanusiaan yang menimpa Affan, Adrian meminta penuh harap agar Presiden Prabowo melakukan evaluasi total terhadap institusi Polri.

“Tidak hanya aspek struktural maupun kulturalnya, namun juga aspek filosofisnya,” tegasnya.

Untuk aspek filosofisnya, Adrian menyebut bahwa Polri sejatinya harus benar-benar mengaktualisasikan peran dan fungsinya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Saya khawatir tagline fungsi pelindung, pengayom dan pelayan hanya sebagai jargon tanpa bisa terinternalisasi baik ke seluruh Personel Polri,” tegas mantan Bendum IPNU ini.

Meski begitu, Adrian menyebut kesalahan anggota Polri menjadi tanggung jawab penuh pimpinan di institusinya. Jika belum ada political will Presiden Prabowo untuk memperbaikinya, Adrian khawatir institusi Polri akan semakin menjauh dari masyarakat sebagai objek tupoksinya.

“Poinnya bahwa menyampaikan aspirasi tidak relevan diintimidasi yang berujung hilangnya hati nurani hingga mati. Apalagi sebagai sesama anak negeri,” pungkas Adrian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya