Berita

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich (Foto: Reuters/Ronen Zvulun)

Dunia

Menkeu Israel Desak Aneksasi Gaza jika Hamas Tak Menyerah

JUMAT, 29 AGUSTUS 2025 | 11:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Keuangan Israel dari kubu sayap kanan, Bezalel Smotrich, memicu kontroversi setelah menyerukan agar Israel mencaplok Jalur Gaza jika Hamas menolak melucuti senjatanya.

Dalam konferensi pers pada Kamis, 28 Agustus 2025, Smotrich mengatakan bahwa jika Hamas tidak setuju untuk menyerah, melucuti senjata, dan membebaskan tawanan Israel, maka Israel harus mencaplok satu bagian Gaza setiap minggu selama empat minggu. 

Menurutnya, warga Palestina akan terlebih dahulu diperintahkan untuk pindah ke bagian selatan Gaza, sementara Israel akan memberlakukan pengepungan ketat di wilayah utara dan tengah sebelum akhirnya melakukan aneksasi secara bertahap.


“Hal ini dapat dicapai dalam tiga hingga empat bulan,” kata Smotrich, dikutip dari Al-Jazeera, Jumat 29 Agustus 2025.

Hamas menolak keras pernyataan tersebut. Dalam sebuah pernyataan resmi, mereka menyebut rencana Smotrich sebagai “seruan untuk memusnahkan rakyat Palestina” dan “pengakuan terbuka atas penggunaan kelaparan serta pengepungan terhadap warga sipil sebagai senjata”.

"Pernyataan Smotrich bukanlah opini ekstremis yang terisolasi, melainkan kebijakan pemerintah yang dinyatakan telah dilaksanakan selama hampir 23 bulan dalam perang Israel terhadap warga Palestina di daerah kantong tersebut," kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.

Hamas juga menegaskan bahwa kebijakan Israel di Gaza bukan sekadar pertempuran militer, melainkan bagian dari “proyek genosida dan pengungsian massal”. 
Kelompok itu pun mendesak masyarakat internasional untuk meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel atas kebijakan tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya