Berita

Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim di RSCM Jakarta Pusat, Kamis malam, 29 Agustus 2025. (Foto: YouTube)

Presisi

11 Polisi Terluka Saat Pengamanan Aksi Massa, Satu Kritis

JUMAT, 29 AGUSTUS 2025 | 09:23 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Sebanyak 11 personel polisi terluka pasca mengamankan aksi massa yang berujung ricuh di Jakarta pada Kamis malam, 28 Agustus 2025 sampai Jumat dini hari, 29 Agustus 2025.

Bahkan satu di antaranya dalam kondisi kritis.

“Polisi yang dirawat saat ini terdata 10 orang. Kritis 1 orang,” ujar Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Abdul Karim di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis malam 28 Agustus 2025.


Sayangnya, Abdul Karim belum mengungkapkan identitas polisi yang terluka. Ia mengaku masih melakukan pengecekan.

“Kita masih lakukan cek. Kritis satu orang dirawat RS Kramatjati,” ucap Abdul Karim

Unjuk rasa yang berujung anarkis juga  menimbulkan korban dari pihak pendemo yakni seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan

Affan terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri, Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Atas peristiwa ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf ke publik.

"Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam dalamnya," kata Kapolri kepada wartawan.

Kapolri mengaku sudah meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk mengusut anggota Brimob yang diduga melindas pengemudi ojol dengan mobil rantis.

"Saat ini kami sedang mencari keberadaan korban, dan minta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut. Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar besarnya untuk korban dan seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar ojol," kata Kapolri.

Total ada tujuh anggota Brimob diamankan terkait insiden penabrakan ini. Mereka tengah diperiksa di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya