Berita

Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP Himmah), Abdul Razak Nasution/Ist

Politik

Soroti Demo Anarkis, PP Himmah Singgung Kapitalis Asing Tidak Ingin Indonesia Maju

JUMAT, 29 AGUSTUS 2025 | 07:53 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Demo tuntutan pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diduga didalangi oleh kapitalis asing yang tidak ingin Indonesia menjadi negara maju.

Dugaan itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP Himmah) Abdul Razak Nasution merespons demo pembubaran DPR yang berujung anarkis.

"Negara kita adalah negara kaya akan SDA dan SDM, jadi pihak asing yang terganggu kepentingan negaranya tidak menginginkan negara Indonesia menjadi negara maju," kata Razak kepada RMOL, Jumat, 29 Agustus 2025.


Apalagi kata Razak, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki cita-cita mulia, yakni membuat Indonesia berdikari dengan empat program unggulan, yaitu kedaulatan pangan, kedaulatan energi, hilirisasi, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program unggulan itu diyakini memiliki tantangan besar, salah satu tantangannya adalah pihak asing yang ingin mengobrak-abrik bangsa dengan memanfaatkan momentum.

"Di saat momentum yang tepat, pihak asing diduga dalang dari aksi yang tidak ada penanggungjawabnya ini dengan berbagai model, bisa dengan memasang orang-orangnya (pengkhianat negara) di dalam negeri, menggunakan berbagai metode seperty cyber dan lain sebagainya," terang Razak.

Razak pun tak menampik bila rakyat saat ini marah terhadap kelakuan anggota DPR yang berjoget-joget di sela rangkaian sidang tahunan DPR/MPR/DPD beberapa waktu lalu. Apalagi belakangan juga viral gaji dan tunjangan yang didapatkan anggota dewan terus naik.

Untuk itu, Razak mengimbau dan mengingatkan kepada jajaran PW/PC dan kader Himmah se-Indonesia yang menyampaikan aspirasi untuk tetap tertib, dan waspada terhadap penyusup atau provokator yang ingin merusak fasilitas negara.

"Jangan mau dibenturkan dengan aparat Kepolisian karena menyampaikan pendapat di muka umum dijamin oleh konstitusi kita. 

Selain itu, Razak juga menyampaikan bela sungkawa terhadap pengemudi ojek online (ojol) yang terindah mobil Rantis Brimob saat aksi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

"Intinya kapitalis asing tidak ingin Indonesia maju. Berbagai cara dilakukan untuk merusak Indonesia termasuk mengakibatkan korban tewas," pungkas Razak.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya