Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelegence)

Bisnis

Permintaan Aset Safe Haven Meningkat, Harga Emas Dunia Berkilau

JUMAT, 29 AGUSTUS 2025 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia melesat ke level tertinggi dalam lima pekan, yang didorong oleh pelemahan Dolar AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve (The Fed).

Investor juga menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis Jumat. Data ini merupakan indikator inflasi yang menjadi acuan utama bagi bank sentral AS dalam menentukan kebijakan moneter.

Di tengah ketidakpastian dan suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap menjadi aset lindung nilai yang menarik.


Emas di pasar spot New York menguat 0,6 persen menjadi 3.416,14 Dolar AS pada perdagangan Kamis 28 Agustus 2025 waktu setempat. Menyentuh level tertinggi sejak 23 Juli. 

Sementara harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk kontrak pengiriman Desember ditutup pada level 3.466,10 Dolar AS per ons.

Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,5 persen, membuat harga emas dalam denominasi greenback menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Selain emas, harga perak di pasar spot juga menguat 1,2 persen menjadi 39,09 Dolar AS per ons, level tertinggi sejak 25 Juli.

Platinum naik hampir 1 persen menjadi 1.359,70 Dolar AS, sementara Paladium meningkat 0,8 persen ke posisi 1.100,53 Dolar AS per ons.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:13

Pramono Setop Izin Baru Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08

Komisi II DPR Dorong Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Pemilu

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07

Usulan Masyarakat Patungan MBG Dinilai Problematis

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

CELIOS Surati Presiden, Minta Perjanjian Tarif Indonesia-AS Dibatalkan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:56

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49

Emas Antam Loncat Rp40 Ribu Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44

Gubernur Lemhannas: Potensi Konflik Global Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:39

KSPI Tuduh Perusahaan Gunakan Modus “Dirumahkan” via WhatsApp untuk Hindari THR

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:28

Selengkapnya