Berita

Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi. (Foto: Tangkapan layar RMOL)

Bisnis

Bank Mandiri Optimis Ekonomi di 2025 Tumbuh hingga 5,1 Persen

KAMIS, 28 AGUSTUS 2025 | 15:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,9 hingga 5,1 persen pada 2025.

Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi menilai di tengah ketidakpastian global ekonomi Indonesia masih berpotensi tumbuh di atas 5 persen tahun ini.

"Bank Mandiri dalam hal ini memperkirakan perekonomian Indonesia di tahun 2025 masih berpeluang tumbuh pada kisaran 4,9 sampai 5,1 persen," kata Ari dalam Economic Outlook Q3 2025 secara virtual pada Kamis, 28 Agustus 2025.


Ari mengatakan untuk menjaga momentum tersebut diperlukan dukungan kebijakan yang kontrasiklikal, baik dari sisi moneter maupun fiskal.

"Kebijakan moneter Bank Indonesia itu sendiri diperkirakan akan tetap akomodatif, selama stabilitas harga dan pasar keuangan itu terjaga," tutur Ari.

Sementara dari sisi fiskal, bank pelat merah ini menilai pemerintah masih perlu melakukan ekspansif melalui percepatan realisasi belanja di tahun ini.

"Kalau kita lihat dari kebijakan fiskal, itu perlu lebih ekspansif tentunya, melalui percepatan realisasi belanja agar dapat menjadi bantalan bagi perekonomian dalam menghadapi ketidakpastian global," imbuhnya,

Adapun dari sisi perbankan, Ari menyebut pertumbuhan kredit mencapai 7 persen secara tahunan (yoy), melambat dibanding bulan sebelumnya. 

Namun, kualitas aset perbankan disebut masih tetap terjaga yang terlihat dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang relatif stabil.

Sementara itu, dana pihak ketiga juga tumbuh stabil sebesar 7 persen (yoy), dan loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat berada di level 86,5 persen.

"Hal ini tentu saja mencerminkan bahwa kondisi likuiditas industri yang relatif stabil. Nah, ke depan, kami masih melihat peluang untuk terus membaiknya kondisi likuiditas ini, yang mana didukung juga oleh kebijakan yang ekspansif, baik dari sisi moneter maupun fiskal," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya