Berita

Suasana rapat paripurna DPR RI. (Foto: RMOL/Raiza Andini)

Politik

DPR Wajib Dikritik Tapi Tidak Perlu Dibubarkan

KAMIS, 28 AGUSTUS 2025 | 12:57 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai desakan untuk membubarkan DPR yang ramai di media sosial belakangan ini muncul karena kekecewaan publik terhadap sikap dan kinerja wakil rakyat.

“Di satu sisi banyak masyarakat yang kesulitan mencari pekerjaan tapi pada saat bersamaan rakyat disuguhkan bagaimana misalnya tunjangan yang didapatkan oleh DPR berlipat ganda,” ujar Adi lewat kanal YouTube miliknya, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2025.

Ia juga menyoroti sikap DPR yang dinilai kerap acuh terhadap aspirasi publik. Banyak kritik dan masukan yang berkembang di masyarakat itu tidak pernah diperjuangkan secara signifikan oleh DPR. 


"Termasuk perilaku DPR yang sekalipun banyak dikritik tapi respon DPR menghadapi kritik itu terkesan menentang publik,” katanya.

Namun demikian, analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu menegaskan tidak sepakat dengan wacana pembubaran DPR. 

“Saya sepakat bahwa dalam konteks DPR harus dikritik. Tapi saya tidak bersepakat bahwa kalau kemudian secara kelembagaan DPR dibubarkan,” ucapnya.

Menurut Adi, keberadaan DPR penting dalam menjaga prinsip trias politika. Secara kelembagaan, kehadiran DPR sebagai upaya untuk membatasi eksekutif, dalam hal ini presiden, supaya kekuatan yang dimiliki tidak sewenang-wenang dan terjadi abuse of power.

Ia mengingatkan agar kritik tetap diarahkan pada kinerja dan target legislasi DPR yang dinilai belum sesuai harapan. Namun untuk wacana pembubaran DPR hal itu sangat berisiko.

"Karena membubarkan kedewanan secara kelembagaan ini sama halnya kita akan membiarkan penguasa tanpa kontrol, dia punya intensi untuk menjadi pemimpin seumur hidup tanpa ada proses pemberhentian secara regulatif,” pungkas Adi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya