Berita

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Pendapatan SMBC Indonesia Tembus Rp9,1 Triliun di Semester I-2025

RABU, 27 AGUSTUS 2025 | 22:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Bank SMBC Indonesia Tbk membukukan pendapatan operasional mencapai Rp9,1 triliun pada semester I-2025. Angka ini tumbuh 11 persen secara tahunan (yoy).

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar menegaskan capaian tersebut mencerminkan ketahanan bisnis perseroan di tengah tantangan ekonomi global.

“Pencapaian pada Semester I-2025 memberikan motivasi lebih bagi kami untuk menjalani paruh kedua tahun ini dengan terus fokus pada kualitas kinerja operasional yang konsisten, pengelolaan risiko yang bijak, dan integrasi bisnis yang efektif,” ujar Henoch di Jakarta pada Rabu, 27 Agustus 2025


Dalam laporan keuangan konsolidasi Januari–Juni 2025, SMBC Indonesia membukukan pendapatan bunga bersih Rp8 triliun atau naik 15 persen yoy. 

Kenaikan tersebut ditopang kontribusi kredit, penempatan aset likuid, serta tambahan pendapatan bunga dari Grup OTO yang resmi terintegrasi sejak Maret 2024. Net interest margin (NIM) perseroan juga meningkat menjadi 7,1 persen, dari 6,4 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi penyaluran kredit, total kredit yang disalurkan mencapai Rp185,04 triliun atau naik 5 persen yoy. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen retail yang melonjak 25 persen yoy, dengan pendorong utama Joint Finance (156 persen yoy), Jenius (15 persen yoy), dan mikro (21 persen yoy).

Meski pendapatan meningkat, beban kredit yang harus ditanggung SMBC Indonesia juga ikut naik sebesar 52 persen yoy menjadi Rp2,6 triliun. 

Hal ini terutama akibat pencadangan di segmen korporasi dan joint finance. Kondisi tersebut membuat laba bersih konsolidasi perseroan turun 19 persen yoy menjadi Rp1 triliun pada paruh pertama tahun ini.

Di sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp109,8 triliun atau turun 8 persen yoy. Penurunan ini berasal dari saldo CASA yang melemah 9 persen yoy menjadi Rp43,7 triliun dan deposito berjangka yang menurun 7 persen yoy menjadi Rp66,1 triliun.

Sementara itu, anak usaha SMBC Indonesia, PT Bank BTPN Syariah Tbk, justru mencatat kinerja solid dengan kenaikan laba bersih 16,6 persen yoy menjadi Rp644 miliar sepanjang Semester I-2025.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya