Berita

Perusahaan Gas Negara (Foto: Istimewa)

Bisnis

RUPS Luar Biasa PGN, Penunjukan Direksi dan Komisaris Jauh dari Kompetensi

RABU, 27 AGUSTUS 2025 | 21:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perusahaan Gas Negara (PGN) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa hari ini, Rabu 27 Agustus 2025.  

RUPS Luar Biasa berlangsung cukup lama memakan waktu kurang lebih lima jam. Namun keputusan yang dihasilkan justru mengejutkan banyak pihak. 

Formasi direksi dan dewan komisaris yang ditetapkan menimbulkan pertanyaan besar. Alih-alih memilih figur yang memiliki rekam jejak panjang dan relevan di industri gas, justru tidak dijalankan. Keputusan yang diambil terkesan tidak berorientasi pada kompetensi semata. 


Penunjukan nama baru di posisi strategis diduga lebih didasarkan pada kepentingan di luar bisnis inti PGN. Tentunya hal ini memunculkan kekhawatiran akan masa depan perusahaan, terutama dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks.

Ini menunjukkan bahwa lobi politik dan kepentingan kelompok memiliki peran signifikan dalam penentuan struktur manajemen di BUMN, mengalahkan pertimbangan profesionalisme.

Mampukah mereka membuktikan bahwa kekhawatiran ini tidak beralasan dan membawa PGN ke arah yang lebih baik, atau justru menjadi babak baru dari ketidakpastian?

Seperti diketahui, subholding Gas Pertamina, menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang membahas agenda penting termasuk penetapan susunan baru Direksi dan Dewan Komisaris.

Dalam keputusan RUPS, Arief Kurnia Risdianto ditetapkan sebagai Direktur Utama PGN. Sementara itu, sejumlah nama baru juga resmi mengisi jajaran direksi, yakni:
Direktur Infrastruktur dan Teknologi: Hery Murahmanta
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis: Mirza Mahendra
Direktur Keuangan: Catur Dermawan
Direktur Komersial: Aldiansyah Icham
Direktur Manajemen Risiko: Eri Surya Kelana
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis: Rachmat Hutama
RUPS juga menetapkan Dewan Komisaris yang terdiri dari:
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Tony Setia Boedi Hoesodo
Komisaris: Edward Omar Sharif Hiariej
Komisaris: Rambe Kamarulzaman
Komisaris: Thanon Aria Dewarnega
Komisaris Independen: Conny Lolyta Rumondor.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya