Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2025 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Setya Novanto Masih Kader Golkar, Disebut Berpeluang Jadi Pengurus

RABU, 27 AGUSTUS 2025 | 18:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Wacana kembalinya mantan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto atau Setnov, ke jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar kembali mencuat. 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menjelaskan bahwa secara status Setnov hingga kini masih tercatat sebagai kader Golkar.

"Pak Novanto itu tidak pernah menyatakan keluar dari Partai Golkar dan Golkar tidak pernah memberikan sanksi atau mengeluarkan Pak Setnov. Jadi dia masih kader Golkar," ungkapnya usai mendampingi Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2025. 


Doli lebih lanjut mengatakan bahwa Setnov masih berpeluang menjadi pengurus kembali jika dirinya bersedia dan partai membutuhkan.

"Nah soal jadi pengurus atau tidak, tidak ada larangan. Selama dia bersedia dan kemudian pimpinan partai memerlukannya,” ujar Doli.

Meski demikian, Doli menilai posisi Setnov bila kembali ke kepengurusan kemungkinan besar bukan pada struktur eksekutif. 

Karena sudah lebih senior dari Ketua Umum saat ini, maka posisi yang mungkin dijabat Setnov adalah dewan pakar. 

“Karena dia senior, kan nggak mungkin di bawahnya Pak Bahlil jadi pengurus. Dia mungkin di dewa-dewa. Tapi kalau yang bersangkutan bersedia," jelasnya.

Lebih lanjut Doli menepis anggapan bahwa DPP secara khusus menawarkan posisi kepada Novanto.

“Kenapa harus Pak Novanto begitu dulu kita tawarin? Kenapa nggak pertanyaannya misalnya Pak JK nggak ditawarin? Pokoknya gini loh, penyusunan kepengurusan itu kan selalu dimulai dari Munas,” imbuhnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya