Berita

Kondisi kendaraan dinas operasional (KDO) usai dirusak massa aksi. (Foto: Berita Jakarta)

Nusantara

Walkot Jaksel Kecam Penyerangan Lurah Manggarai Selatan saat Unjuk Rasa DPR

SELASA, 26 AGUSTUS 2025 | 16:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengecam aksi penyerangan dan pengerusakan kendaraan dinas operasional (KDO) yang menyasar Lurah Manggarai Selatan, Muhammad Sidik saat terjadi unjuk rasa pada Senin malam, 25 Agustus 2025.

"Kami sangat menyesalkan peristiwa ini. Aparat kelurahan adalah pelayan masyarakat yang menjalankan tugasnya untuk warga," ujarnya lewat keterangan tertulis, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Selasa, 26 Agustus 2025.

Kejadian bermula ketika mobil KDO Kelurahan Manggarai Selatan dengan nomor polisi B 1590 TQN yang digunakan Muhammad Sidik dalam perjalanan pulang melintas di Jalan KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat. 


Sekitar pukul 18.30 WIB, sejumlah massa aksi  unjuk rasa DPR tiba-tiba melakukan perusakan kendaraan dan penyerangan. Akibat aksi anarkis ini, Muhammad Sidik dan sopirnya, Asep Yudiana mengalami luka di bagian wajah dan tangan. 

Selain itu, dua telepon genggam dan satu dompet hilang. Sementara, mobil KDO yang digunakan mengalami kerusakan berat.

Anwar mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi atau berunjuk rasa. 

"Perlindungan terhadap aparat di lapangan menjadi prioritas kami. Koordinasi dengan pihak keamanan agar peristiwa serupa tidak terulang akan diperkuat. Kami mengapresiasi Lurah Manggarai Selatan yang tidak terprovokasi saat kejadian," bebernya.

Sementara itu, Lurah Manggarai Selatan, Muhammad Sidik menuturkan, dalam kejadian tersebut dirinya sudah mengaku bukan anggota DPR, namun dari kelurahan. 

Tapi, massa tidak menggubris dan tetap merangsek mengelilingi mobil hingga akhirnya dilakukan perusakan kendaraan, tindak kekerasan fisik, dan perampasan harta benda. 

"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan visum dan selanjutnya akan membuat laporan polisi," tandas Anwar.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya