Berita

Ilustrasi (Foto: LinkedIn/SkyeChip)

Tekno

Malaysia Berhasil Ciptakan Chip AI Pertama Buatan Dalam Negeri

SELASA, 26 AGUSTUS 2025 | 14:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Malaysia resmi meluncurkan prosesor kecerdasan buatan (AI) lokal pertama pada Senin, 25 Agustus 2025.

Dikutip dari Bloomberg, perusahaan teknologi lokal SkyeChip memperkenalkan chip bernama MARS1000 dalam sebuah acara asosiasi industri yang dihadiri pejabat senior pemerintah. 

MARS1000 disebut sebagai prosesor AI edge pertama di Malaysia. Artinya, chip ini berfungsi menggerakkan perangkat langsung dari dalam, seperti mobil pintar, robot, dan berbagai teknologi lain, tanpa harus selalu bergantung pada pusat data.


Langkah ini menjadi bagian dari upaya Malaysia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasokan chip global di tengah ledakan teknologi AI. Selama ini, mereka dikenal sebagai salah satu pusat penting dalam industri semikonduktor dunia, terutama dalam pengemasan chip dan menjadi lokasi strategis bagi perusahaan besar seperti Lam Research Corp. 

Selain itu, Malaysia juga tengah berkembang sebagai pusat data AI dengan investasi besar dari perusahaan teknologi raksasa, termasuk Oracle dan Microsoft.

Meski MARS1000 masih lebih sederhana dibandingkan chip mutakhir buatan Nvidia yang biasa dipakai di pusat data untuk melatih algoritma AI skala besar, peluncuran chip ini menjadi langkah awal penting bagi Malaysia dalam membangun kemampuan teknologi tingkat tinggi. Namun, SkyeChip belum mengungkapkan di mana chip tersebut akan diproduksi secara massal.

Pemerintah Malaysia di bawah pimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim menjalankan misi jangka panjang untuk memperkuat sektor desain chip, pembuatan wafer, dan pembangunan pusat data AI. Pemerintah bahkan berencana menggelontorkan dana setidaknya 25 miliar Ringgit (Rp87,5 Triliun) untuk meningkatkan peran Malaysia dalam rantai nilai global.

Namun, upaya ini menghadapi tantangan besar setelah Pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat mengusulkan pembatasan ekspor chip AI ke Malaysia dan Thailand. AS mencurigai kedua negara itu kerap dijadikan jalur transit ilegal untuk menyelundupkan chip ke pasar terbatas, seperti China.
Sebagai respons, Malaysia baru-baru ini memperketat aturan ekspor chip AI yang menggunakan teknologi AS dan menegaskan tidak akan mentoleransi praktik perdagangan ilegal melalui wilayahnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya