Berita

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Suyudi Ario Seto (Foto: Humas Polda Banten)

Presisi

Irjen Suyudi Jadi Kepala BNN, LPN Optimis Pemberantasan Narkoba Lebih Masif

SENIN, 25 AGUSTUS 2025 | 13:05 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Irjen Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Senin, 25 Agustus 2025.

Pelantikan Suyudi Ario Seto ini berdasarkan Keppres nomor 118 TPA tahun 2025 tentang pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam jabatan tinggi utama di lingkungan Badan Narkotika Nasional.

Menanggapi hal itu, Koordinator Nasional (Koornas) Lingkar Pemuda Nusantara (LPN) Mufti Azmi Miladi menyampaikan, pelantikan Irjen Suyudi Ario menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen negara untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.


“Ini adalah penunjukan yang tepat di saat yang tepat. Irjen Suyudi memiliki rekam jejak panjang dalam penegakan hukum, dan kami optimis beliau akan membawa semangat baru serta pendekatan yang lebih humanis dan kolaboratif dalam pemberantasan narkoba di Indonesia,” ujar Mufti dalam keterangan tertulisnya, pada Senin, 25 Agustus 2025.

Dengan dilantiknnya Irjen Suyudi maka akan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara negara dan masyarakat sipil. 

Mufi pun menyebut sinergi atau kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk membangun ekosistem pencegahan narkoba yang tidak hanya represif, tetapi juga edukatif dan rehabilitatif.

“Anak muda hari ini adalah pemimpin bangsa di masa depan. Mereka harus diselamatkan dari jeratan narkoba. Kami percaya, di bawah komando Irjen Suyudi, BNN akan semakin terbuka terhadap pendekatan berbasis komunitas dan akan melibatkan elemen masyarakat, termasuk pemuda, sebagai mitra strategis,” lanjut Mufti.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya