Berita

Fotokopi ijazah S1 Kehutanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Ijazah dari UGM tapi Fotonya Bukan Wajah Jokowi

SENIN, 25 AGUSTUS 2025 | 03:05 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Politikus senior PDIP Beathor Suryadi angkat bicara soal pernyataan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia yang mengklaim bahwa ijazah sarjana milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi adalah asli dan sah. 

Beathor mengatakan, ijazah menjadi milik pribadi alumni ketika tidak dipergunakan untuk umum, seperti Pilkada dan Pilpres.

"Jadi ijazah Joko Widodo selama 20 tahun, sejak 1985 hingga 2005 adalah milik pribadinya," kata Beathor melalui keterangan elektroniknya yang diterima di Jakarta, Senin 25 Agustus 2025.


Namun, kata Beathor, ketika Jokowi mendaftar ke KPUD Solo, maka ijazahnya berubah jadi milik publik. Hal itu ditentukan oleh Berita Acara Cerifikasi saat pihak KPUD Solo ke UGM.

"Mencocokkan dokumen pribadi kandidat yang diantar partai politik ke KPUD Solo dengan arsip pihak Fakultas Kehutanan UGM," kata Beathor.

Menurut Beathor, Berita Acara Verifikasi itu menjelaskan bahwa dua dokumen, yaitu yang dibawa KPUD Solo sangat cocok atau ada perbedaan.

"Boleh saja Bu Rektor bilang ijazah yang ada di UGM itu asli," kata Beathor.

Beathor mengatakan, selama Pilkada Solo 2005 dan 2010 tidak terdengar Jokowi mempunyai ijazah UGM tersebut, baik saat menjadi WaliKota Solo maupun kampanye

"Nama ijazah UGM muncul pada tahun 2012 saat Jokowi mendaftar di KPUD DKI Jakarta sebagai kandidat Gubernur," kata Beathor.

Lantas apakah ada dua ijazah atas nama Jokowi yang diterbitkan oleh UGM dan ijazah yang berasal dari Pasar Pramuka?

Beathor mengungkapkan, saat ini dokumen atas nama Jokowi yang ada di UGM, di rumah pribadinya dan KPUD Solo, sudah disita Polda Metro Jaya.

"Info terakhir datang dari Budi, anak Dumatno Budi Utomo, bahwa foto yang ada di ijazah Jokowi itu foto wajah ayahnya," kata Beathor.

"Lalu samakah ijazah yang diterbitkan UGM dengan ijazah yang berasal dari Pasar Pramuka," sambungnya.

Dumatno Budi Utomo merupakan sepupu Jokowi. Dumatno adalah mantan Caleg DPR RI Hanura di Pemilu 2019-2024 dari Dapil IX Jawa Tengah. Ia diketahui alumni STIES Surakarta.

Sebelumnya, dugaan mengenai sosok Dumatno dalam ijazah Jokowi diungkapkan oleh mantan Menpora, Roy Suryo.

Roy Suryo menegaskan sosok pria dalam ijazah yang diterbitkan UGM bukanlah Jokowi.

Berdasarkan analisis menggunakan artificial intelegence (AI) dan Error Level Analysis (ELA), potret dalam ijazah dengan potret tidak memiliki kecocokan.

Namun, ketika potret dalam ijazah disandingkan dengan potret sepupu kandung Jokowi, Dumatno Budi Utomo, hasilnya mengejutkan.

Pakar telematika itu meyakini sosok dalam ijazah adalah Dumatno Budi Utomo.

"Mohon maaf akhirnya saya harus bilang apa adanya, begitu dengan program itu, ketika itu gambar Pak Jokowi saya saandingkan dengan foto Mr X ini, jawabannya apa? Mismatched, atau tidak match. Saya pastikan itu bukan Jokowi, 99,9 persen," kata Roy Suryo.

"Saya berani pastikan foto diijazah itu adalah miliknya Dumanto Budi Utomo, Dumatno Budi Utomo," kata Roy Suryo dalam YouTube Abraham Samad SPEAK UP.




Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya