Berita

Menko Pangan sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. (Foto: RMOL/Raiza Andini)

Politik

Zulhas Ungkap Kisah di Balik Kecepatan Prabowo Keluarkan Perpres Pupuk

SENIN, 25 AGUSTUS 2025 | 00:03 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menko Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menyoroti persoalan distribusi pupuk di Indonesia yang terlalu rumit.

Zulhas mengaku langsung melaporkan masalah tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. 

“Saya lapor Pak Presiden, ini pupuk gimana cerita, gimana mau swasembada pangan. Pak Presiden tanya apa yang dibutuhkan, ‘Perpres, Pak, saya yang isi.’ Ya sudah cepat isi kata Presiden. Pangkas, dari Pupuk Indonesia langsung kepada petani,” kata Zulhas dalam acara PAN Award di Senayan Park, Jakarta Pusat, Minggu malam, 24 Agustus 2025.


Ia menegaskan, upaya yang dilakukan PAN dan pemerintah ini bukan untuk pencitraan, melainkan demi kesejahteraan petani. 

“Kita bukan citra, kita bukan perlu pujian, tidak,” kata Zulhas.

Zulhas pun meminta seluruh kader PAN untuk terus bekerja keras, bukan hanya aktif menjelang pemilu. 

"Saya meminta kader PAN untuk bekerja keras, jangan nanti kalau mau Pemilu saja,” demikian Zulhas.

Mulai 1 Agustus 2025, pupuk bersubsidi akan didistribusikan dengan skema baru sesuai Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. 

Skema baru distribusi diharapkan bisa meningkatkan penyerapan pupuk bersubsidi oleh petani yang berhak. Alokasi pupuk bersubsidi juga sudah ditambah oleh pemerintah dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton sejak 2024. Peningkatan alokasi pupuk diharapkan bisa meningkatkan produksi pangan nasional.



Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya