Berita

Co-Founder and Chief Reprentative Officer (CRO) untuk pasar Asia Pasifik dan Middle East di Scalemind Media, Risa Kusumaningrum (Foto: Dokumen Pribadi Rissa)

Bisnis

Ini Langkah Strategis Indonesia agar Tidak Tertinggal dari Negara-negara Asia Pasifik

SABTU, 23 AGUSTUS 2025 | 08:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Posisi Indonesia di pasar Asia Pasifik cukup signifikan dan strategis. 

Co-Founder and Chief Reprentative Officer (CRO)  untuk pasar Asia Pasifik dan Middle East di Scalemind Media, Risa Kusumaningrum, mengungkapkan, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN sekaligus juga adalah anggota G20, Indonesia memiliki peran penting dalam stabilitas kawasan. 

"Beberapa poin kunci yang mencerminkan posisi Indonesia di Asia Pasifik adalah, pertama pasar domestik yang besar. Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia menjadi pasar yang sangat menarik bagi produk dan investasi. Meningkatnya kelas menengah juga menjadi daya tarik tersendiri," ujar Risa kepada RMOL, Sabtu 23 Agustus 2025.


Kedua, kekuatan sumber daya alam. Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada komoditas seperti kelapa sawit, batu bara, dan mineral. Ini menjadikan Indonesia sebagai pemasok penting bagi rantai pasok global

Poin ketiga, menurut sosok peraih Campaign Women to Watch  Regions Asia pacific 2024 ini, adalah peran aktif di forum regional. 

"Indonesia adalah salah satu pendiri APEC dan terus memainkan peran aktif dalam forum-forum kerja sama ekonomi di kawasan, seperti APEC dan ASEAN," terang Risa.

Risa yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di ranah keuangan internasional ini mengingatkan, bahwa meskipun Indonesia memiliki poin-poin tersebut, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing global, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara seperti Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan yang memiliki keunggulan dalam inovasi, teknologi, dan industri manufaktur bernilai tinggi.

Ia pun memaparkan langkah-langkah strategis untuk Indonesia agar tidak tertinggal dari negara-negara Asia Pasifik lainnya.

Pertama, Indonesia harus melakukan beberapa langkah strategis secara garis besar, salah satunya adalah meningkatkan kualitas sumber saya manusia (SDM). Ini adalah fondasi utama. 

"Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi akan menciptakan tenaga kerja yang terampil, produktif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital dan revolusi industri 4.0," ujar Risa, yang mengantongi sejumlah sertifikasi internasional, seperti Certified Management Accountant (CMA Australia), Certified International Business Analyst (CMA Australia), YouTube Music Rights Management Certification (YouTube), dan juga Harvard Law (Harvard Business School Online).

Kemudian, melakukan diversifikasi ekonomi. :Ketergantungan pada komoditas harus dikurangi. Indonesia perlu mendorong industrialisasi dan mengembangkan sektor-sektor bernilai tambah tinggi seperti manufaktur, jasa, dan ekonomi kreatif.

Indonesia juga perlu melakukan penguatan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur fisik (jalan, pelabuhan, bandara) dan digital yang merata sangat penting untuk meningkatkan efisiensi logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Reformasi regulasi dan perbaikan iklim investasi. Penyederhanaan birokrasi, kepastian hukum, dan pemberian insentif yang menarik akan mendorong investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini akan membuka lapangan kerja baru dan transfer teknologi," terang Risa.

Kemudian, Langkah berikutnya adalah terus menggenjot pemberdayaan UMKM dengan mempermudah akses permodalan, memperluas jaringan pemasaran, dan mendorong adopsi teknologi. 

Wanita penggemar warna merah ini mencatatkan sejarah sebagai profesional keuangan Indonesia yang sukses memimpin proses IPO di Australian Stock Exchange dan Nasdaq. 

Prestasi langka ini dilengkapi dengan keberhasilannya mengeksekusi audit Sarbanes-Oxley (SOX) dengan hasil zero exception, standar audit tertinggi di Amerika Serikat.

"Pencapaian audit SOX dengan zero exception dalam satu tahun merupakan kebanggaan terbesar saya," ujar Risa yang menyandang gelar cumlaude dari universitas negeri terbaik Indonesia.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya