Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2023 (Foto: Associated Press)

Dunia

Netanyahu Tuduh Macron Sebarkan Anti-Semitisme di Prancis karena Dukung Palestina

KAMIS, 21 AGUSTUS 2025 | 07:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah menyerang Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, kini Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Presiden Prancis Emmanuel Macron memicu sentimen anti-Yahudi (anti-Semitisme) karena mendukung pengakuan negara Palestina.

Dalam suratnya kepada Macron, Netanyahu mengatakan bahwa kasus anti-Semitisme di Prancis melonjak sejak Macron mengumumkan dukungan untuk Palestina.

"Seruan Anda untuk mendirikan negara Palestina justru menyulut api kebencian terhadap Yahudi. Ini bukan diplomasi, melainkan bentuk peredaan," tulis Netanyahu, dikutip dari AFP, Kamis 21 Agustus 2025.


Netanyahu juga menuding dukungan Macron memperkuat Hamas dan memperburuk situasi di Gaza. Ia mendesak Macron mengambil sikap tegas melawan anti-Semitisme di Prancis dan menantangnya melakukannya sebelum Tahun Baru Yahudi pada 23 September.

Pihak Istana Elysee merespons dengan keras, menyebut tuduhan Netanyahu sebagai "manipulasi" dan menegaskan bahwa Prancis akan selalu melindungi warganya yang beragama Yahudi.

"Prancis akan selalu melindungi warga negara Yahudinya," menurut pernyataan kantor Macron.  
  
"Tuduhan keliru Netanyahu tidak akan dibiarkan begitu saja," lanjutnya.  

Sementara itu, Macron kembali mengecam rencana Israel menduduki Kota Gaza. Menurutnya, langkah itu hanya akan memicu bencana kemanusiaan, memperburuk konflik, dan berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam siklus perang tanpa akhir. 

Macron juga menyerukan gencatan senjata permanen, pembebasan sandera, serta pengiriman bantuan kemanusiaan besar-besaran ke Gaza.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya