Berita

Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Cegah Macet Horor

IPC TPK Terapkan Terminal Booking System di Pelabuhan Tanjung Priok

RABU, 20 AGUSTUS 2025 | 19:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), anak usaha subholding Pelindo Terminal Petikemas, mulai menerapkan Terminal Booking System (TBS) di area Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sistem ini ditujukan untuk menekan kepadatan truk trailer, sekaligus meningkatkan efisiensi layanan logistik di pelabuhan terbesar Indonesia tersebut, dengan waktu bongkar muat tidak lebih dari satu jam.

Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana menyebut, penerapan TBS menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan dalam mempercepat layanan bongkar muat, agar kejadian macet parah pada 17 April 2025 di kawasan Tanjung Priok tak terulang kembali.


“Sebuah sistem kami persiapan sebagai komitmen membenahi pelabuhan dan bongkar muat barang,” kata Guna dalam media briefing pada Rabu 20 Agustus 2025.

Melalui sistem ini, kata Guna, arus keluar-masuk barang lebih teratur, waktu tunggu truk dapat dipangkas, dan penggunaan bahan bakar bisa lebih hemat sehingga polusi ikut ditekan, dengan aktivitas bongkar muat kini dibatasi tidak lebih dari 3.000 kontainer per hari.

“Terminal booking system bagian daripada digitalisasi, ini dalam rangka memang mengatur (keluar masuk barang). Ini adalah satu program dalam rangka percepatan pelayanan khususnya mungkin mengurangi beberapa hal termasuk kayak behandle seperti itu,” kata Guna.

Selain TBS, IPC TPK juga mendorong inovasi digital melalui TOS Nusantara, yang mengintegrasikan data pergerakan petikemas di bawah koordinasi Pelindo Terminal Petikemas. Langkah ini diharapkan membuat layanan lebih cepat, transparan, dan mudah diakses pengguna jasa.

Tak hanya fokus pada digitalisasi, IPC TPK juga mengadopsi pendekatan ramah lingkungan. Menurut Guna, penggunaan peralatan berbahan bakar minyak secara bertahap akan diganti dengan tenaga listrik.

Upaya ini dilakukan agar biaya operasional terkendali sekaligus mendorong efisiensi energi.

“Ada beberapa peralatan penggunaan BBM, kita akan dorong jadi penggunaan listrik, sehingga kita akan kurangin untuk kondisiseperti ini bagaimana kita melakukan penghematan dari sisi energi, sehingga kita berharap bahwa cost untuk operasional itu bisa kita kendalikan,” kata Guna.

Selain itu, perusahaan tersebut juga akan melakukan penghijauan di sekitar pelabuhan untuk menekan emisi.

“Kita harapkan terminal itu sekarang sudah menjadi lebih hijau. Jadi itu karena kita juga menghasilkan emisi (untuk itu kita) tanam pohon-pohon di tempat yang dapat menghasilkan emisi disitu,” tandasnya.

Sebelumnya, pada 17 April 2025 lalu sempat ramai di media sosial kemacetan yang mengular di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Ribuan kontainer tersendat akibat volume aktivitas bongkar muat hingga lebih dari 8 jam. Kondisi ini disoroti oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hingga Presiden Prabowo Subianto, yang membuat Pelindo dan anak usaha membenahi sistemnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keakraban Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 14:21

Hasto Soroti Fiskal hingga Demokrasi Tanggapi Rencana Jokowi Keliling Indonesia

Senin, 01 Juni 2026 | 14:19

Patroli Jalan Kaki Berujung Penangkapan Anggota KKB Intan Jaya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:43

PDIP: Kehadiran Megawati di Istana Tak Terkait Oposisi atau Koalisi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:38

Prabowo Dorong Transformasi Nasional Menuju Ekonomi Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 13:37

Keandalan Listrik Jadi Prioritas untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:31

Kenapa 1 Juni Ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila? Ini Sejarah dan Alasannya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:30

Kontroversi LCC Empat Pilar MPR Berlanjut ke Pengadilan, Sidang Dimulai Besok

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Kembalikan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Lenteng Agung Arah Depok Ditutup hingga Selasa Pagi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:21

Selengkapnya