Berita

Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Rizki Agung Prakoso didampingi Tenaga Dokkes Investigasi Kepolisian Utama Tingkat II Pusdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti saat jumpa pers di Bareskrim Polri pada Rabu, 20 Agustus 2025. (Foto: RMOL/ Bonfilio Mahendra)

Presisi

Lisa Mariana Bohong, CA Bukan Anak Ridwan Kamil

RABU, 20 AGUSTUS 2025 | 14:53 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Hasil tes Deoxyribonucleic Acid (DNA) mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan (RK) Kamil dan anak selebgram Lisa Mariana (LM) inisial CA adalah tidak cocok atau non identik.

“Hasil bahwa saudara RK dengan anak saudari LM inisial CA tidak memiliki kecocokan DNA atau tidak identik,” kata Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Rizki Agung Prakoso saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Rabu 20 Agustus 2025.

Dari hasil ini, polemik anak yang selama ini diklaim Lisa merupakan darah daging Ridwan Kamil pun terbantahkan. 


"Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui hubungan biologis apakah ada hubungan antara anak LM dengan saudara RK,” kata Rizki Agung.

Seperti diketahui sebelumnya, Lisa Mariana menyakini anaknya, CA merupakan anak biologis dari Ridwan Kamil.

Hal ini disampaikan Lisa usai menjalani pengambilan sampel darah dan air liur untuk tes genetik atau DNA di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Kamis 7 Agustus 2025.

"Nggak mungkin (hasilnya negatif)," kata Lisa.

Adapun Tes DNA tersebut dilakukan untuk membuktikan apakah Ridwan Kamil merupakan orang tua biologis dari anak Lisa yang selama ini ramai dibicarakan publik.

Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut laporan Ridwan Kamil terhadap Lisa ke Bareskrim Polri terkait dugaan pencemaran nama baik dengan nomor register LP/B/174/IV/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 11 April 2025.

Lisa dilaporkan dengan Pasal 51 Ayat (1) Jo Pasal 35 dan/atau Pasal 48 Ayat (1), (2) Jo Pasal 32 Ayat (1), (2) dan/atau Pasal 45 Ayat (4) Jo Pasal 27A UU 1/2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya