Berita

Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut. (Foto: Tempo: Suryo Wibowo).

Politik

Menunggu Lampu Hijau Tutut Soeharto Pimpin Golkar

RABU, 20 AGUSTUS 2025 | 14:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jelang satu tahun kepemimpinan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar, dinamika internal partai beringin mulai mengemuka. 

Sejumlah tokoh senior dan akar rumput disebut tengah mendorong kembalinya trah Soeharto untuk mengambil alih kepemimpinan Golkar melalui Munaslub.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Riset Persepsi Publik Indonesia, Mohammad Anas RA, menyebutkan bahwa nama Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto kembali dibicarakan di lingkaran elite Golkar.


“Mbak Tutut adalah tokoh politik nasional yang pengaruhnya masih kuat karena kepribadiannya yang humanis, visioner, dan progresif. Beliau bisa diterima kalangan tokoh maupun grassroot Partai Golkar di seluruh Indonesia,” kata Anas kepada RMOL, Rabu, 20 Agustus 2025.

Tutut Soeharto tercatat memiliki rekam jejak panjang, mulai dari menjadi Ketua Umum PMI, anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Golkar, Menteri Sosial RI, hingga Ibu Negara menggantikan Tien Soeharto. Bahkan saat menjabat Mensos, Tutut menjadi pelopor program makan gratis bagi korban PHK di era krisis moneter.

Meski begitu, kepastian apakah Tutut akan kembali aktif di politik masih bergantung pada konstelasi nasional. 

“Semua kemungkinan bisa terjadi, jika Presiden Prabowo Subianto memberi kode lampu hijau maka sangat mudah menumbangkan Bahlil dari kursi ketua umum,” ujar Anas.

Ia menambahkan, sejarah menunjukkan Partai Golkar selalu dekat dengan penguasa. Karena itu, menurutnya, lebih efektif bagi kelompok internal yang ingin mengubah pucuk kepemimpinan untuk membujuk Istana ketimbang sekadar mengandalkan dukungan tokoh senior.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya