Berita

Ketua Yayasan KSF Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati (kedua dari kiri) dan Kartika Soekarno (kedua dari kanan). (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Nusantara

Kartika Soekarno Foundation Berkomitmen Terus Perkuat Fondasi Bangsa

RABU, 20 AGUSTUS 2025 | 14:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Indonesia, Kartika Soekarno Foundation (KSF) berkomitmen memperkuat kesehatan ibu dan anak. 

“Visi kami tetap konsisten meningkatkan pemberdayaan perempuan dan kesehatan ibu-anak, karena inilah fondasi bangsa yang kuat," ucap Ketua Yayasan KSF Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu, 20 Agustus 2025.    

Wanita yang akrab disapa Nuning ini menjelaskan di bawah kepemimpinannya, KSF akan memperluas program gizi dan kesehatan dasar di daerah terpencil dan mengembangkan pusat pelatihan keterampilan bagi perempuan. 


Lanjut dia, hal itu paralel antara perjuangan kemerdekaan dahulu dengan tantangan kesehatan saat ini. 

"Dulu kita berjuang melawan penjajahan fisik, sekarang kita berjuang meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan," tutur mantan Anggota Komisi I DPR itu.

Sementara pendiri KSF, Kartika Soekarno mengatakan, tahun ini menjadi momen khusus bagi yayasan untuk merefleksikan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. 

Putri bungsu Proklamator RI Soekarno ini menyampaikan refleksi mendalam tentang perjalanan bangsa Indonesia. 

"Ayah saya, Bung Karno, adalah salah satu bapak pendiri bangsa yang perjuangannya sering disalahtafsirkan. Sama seperti kisah kemerdekaan kita yang penuh dengan lapisan sejarah yang belum sepenuhnya terungkap," ujar Kartika 

Pengalaman pribadi Kartika yang tumbuh dengan warisan sejarah kompleks ayahnya yang seorang proklamator dan suaminya berkebangsaan Belanda telah membentuk perspektif unik yayasan ini. 

"Kami percaya bahwa memahami sejarah secara jujur adalah dasar untuk membangun masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Kartika Soekarno menyebut kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga dari belenggu ketidaktahuan dan ketidakadilan. 

“Perjuangan ayah saya dan para pahlawan kita akan sia-sia jika kita masih melihat anak-anak Indonesia menderita gizi buruk atau perempuan tidak mendapatkan hak kesehatan yang layak,” jelasnya.
 
Untuk itu, KSF berkomitmen terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi internasional, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan berkeadilan. 

"Ini adalah revolusi kita yang belum selesai," tandas Kartika. 

Hingga kini, yayasan ini mencatat pencapaian signifikan antara lain, telah menjangkau 133.840 anak di 11 provinsi, berhasil menurunkan angka stunting hingga 25 persen di daerah intervensi, membentuk 350 kader kesehatan perempuan.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya