Berita

Situasi macet di Jalan TB Simatupang. (Foto: Detik)

Nusantara

Pramono Perintahkan Jajaran Atasi Kemacetan Horor di TB Simatupang

RABU, 20 AGUSTUS 2025 | 12:58 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

RMOL. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti masalah kemacetan parah yang terjadi di ruas Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

“Jalan TB Simatupang memang problemnya ada proyek strategis nasional, PSN itu adalah proyek pemerintah pusat dan keluhannya memang berkepanjangan," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 20 Agustus 2025.

Karena itu, untuk mengecek kondisi kemacetan, Pramono telah meninjau secara langsung Jalan TB Simatupang. Dari peninjauan tersebut, ia mendapati kondisi kemacetan di sana sangat 'horor'.


Untuk mengatasinya, Pramono menginstruksikan jajaran termasuk Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP, agar segera mengambil langkah-langkah penanganan.

"Yang pertama, saya minta untuk bedeng-bedengnya dikecilin. Tidak seperti sekarang ada yang gede banget, bahkan ada yang eskavatornya, ada kemudian ada alat kecil di sampingnya," katanya.

Selain itu, Pramono juga akan mengirimkan surat kepada pemerintah pusat yang mengkoordinasikan proyek PSN tersebut agar membantu mengurai kemacetan di Jalan TB Simatupang.

Pramono juga mengimbau masyarakat untuk mencari jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalu lintas di area tersebut. Ia menyarankan agar pengguna jalan yang memiliki opsi lain bisa menggunakan jalan tol dalam kota atau jalur lainnya.

"Sebab kalau semuanya lewat TB Simatupang seperti saat ini pasti kemacetannya luar biasa," lanjut dia.

Tak hanya itu, Pramono juga telah menginstruksikan agar aparat keamanan menertibkan 'Pak Ogah' yang banyak bermunculan di sekitar jalan tersebut. Ia menegaskan, penanganan lalu lintas menjadi tanggung jawab kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

"Padahal kalau kita lihat di daerah-daerah lain sekarang mengalami penurunan kemacetan tapi memang di TB Simatupang parah sekali," tandasnya.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya