Berita

Calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Inosentius Samsul. (Foto: RMOL/ Faisal Aristama)

Politik

Inosentius Samsul Janjikan MK Terbebas dari Intervensi

RABU, 20 AGUSTUS 2025 | 12:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Inosentius Samsul, memaparkan visi dan misinya dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi III DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu 20 Agustus 2025. 

Inosentius menegaskan bahwa dengan pengalamannya lebih dari 35 tahun di DPR sebagai Kepala Badan Keahlian, ia berkomitmen untuk menjaga MK sebagai lembaga peradilan yang independen, akuntabel, dan terpercaya.

“Jadi harapan saya, pimpinan dan anggota dewan, poinnya adalah menjaga Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga peradilan menjadi kebagian kekuasaan kehakiman yang merdeka akuntabel dan terpercaya,” ujar Inosentius.


Ia menambahkan, independensi MK berarti terbebas dari intervensi pihak manapun, termasuk pandangan yang dianggap meremehkan produk legislasi DPR.

“Ini refleksi saya, sepanjang kebetulan juga tugas saya sebagai Kepala Badan adalah menyiapkan keterangan DPR selama ini, ada kesan bahwa pendapat kelompok tertentu itu menjadi yang paling benar di republik ini, terus DPR produknya dianggap kurang bermutu atau buruk padahal banyak hal yang harus kita benahi cara berpikir seperti itu,” kata Inosentius.

Lebih lanjut, Inosentius menekankan pentingnya MK menghasilkan putusan yang berkualitas, berlandaskan konstitusionalitas, rasionalitas, penalaran hukum, kemanfaatan, serta keadilan bagi masyarakat.

“Mahkamah Konstitusi yang transparan yaitu warga negara atau menjadi tempat harapan bagi pemenuhan keadilan bagi, satu: warga negara yang hak-hak konstitusional dirugikan akibat proses pembentukan atau substansi dari undang-undang. Kedua, tempat harapan bagi lembaga negara dalam penyelesaian sengketa kewenangan. Ketiga, penyelenggaraan dan peserta pemilu. Keempat, partai politik dalam perkara pembubaran partai politik,” kata Inosentius.

Menurutnya, MK di masa depan harus benar-benar menjadi tempat yang dipercaya publik untuk mencari keadilan, baik oleh warga negara, lembaga negara, penyelenggara dan peserta pemilu, maupun partai politik.

Adapun misi Inosentius untuk mewujudkan visi tersebut meliputi menjaga integritas hakim MK dengan taat aturan, menguatkan kemandirian hakim, meningkatkan kualitas putusan agar mudah dipahami dan tidak menimbulkan kontroversi. 

“Serta menciptakan peradilan yang transparan,” pungkasnya.




Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya